Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tak Boleh Tanggapi Pendapat Jaksa, Ini Reaksi Pengacara Ahok

image-gnews
Ahok saat menjalani sidang kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 20 Desember 2016. Adek Berry/Pool Photo via AP
Ahok saat menjalani sidang kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 20 Desember 2016. Adek Berry/Pool Photo via AP
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua tim kuasa hukum terdakwa dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Tri Moeljadi, mengaku kecewa atas penolakan majelis hakim. Dalam sidang, kuasa hukum Ahok sempat meminta kesempatan kepada majelis hakim untuk menanggapi pendapat jaksa penuntut umum.

"Sebenarnya asas fair trial menyebutkan hak bicara terakhir ada pada terdakwa. Tapi tadi, karena memang secara sempit, apa yang disampaikan jaksa ya betul. Setelah jaksa menyampaikan pendapatnya, lalu putusan," ujar Tri, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Desember 2016.

Baca: Hakim Tak Izinkan Ahok Tanggapi Pandangan Jaksa

Menurut Tri, dalam kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP) disebutkan bahwa kata terakhir seharusnya ada pada terdakwa. Ia menyampaikan, seharusnya jika mengikuti alur mulai dari pemeriksaan sebelum putusan hakim, kemudian tuntutan, pledoi, replik, dublik, hingga pembacaan putusan, terdakwa selalu diberikan kesempatan menyampaikan pernyataan terakhir.

"Ini kan proses awal, tuntutan, nota keberatan, eksepsi, tanggapan. Sebetulnya kami berhak kalau tidak salah asas fair play atau kesetaraan," ujar Tri.

Tri mengatakan alur persidangan tersebut telah dimulai dari pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nota keberatan atau eksepsi dari terdakwa. Nota itu kemudian dijawab hari ini oleh jaksa penuntut umum. Dengan skema seperti itu, Tri menilai porsinya masih 2:1.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Padahal asasnya hak bicara yang terakhr itu terdakwa. Tapi, karena yang ingin kami sampaikan juga ringkas, ya sudahlah," kata Tri.

Permintaan tersebut disanggah oleh ketua tim jaksa penuntut umum, Ali Mukartono. Ia beranggapan, sesuai dengan pasal 182 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), setelah jaksa penuntut umum menyampaikan pendapatnya atas nota keberatan terdakwa, majelis hakim harus mengambil keputusan.

Setelah Ketua Majelis Hakim Dwiyarso Budi Santiarto berdiskusi, ia memutuskan persidangan ditunda dan akan dilanjutkan dengan agenda putusan sela pada Selasa, 27 Desember 2017. Dwi mengajukan permintaan agar tim kuasa hukum tetap menghadirkan terdakwa.

LARISSA HUDA

Baca pula:
Kasus Dugaan Makar Sri Bintang, Buni Yani Ikut Diperiksa
Ahmad Dhani: Tidak Ada Laki-laki Sehebat Rizieq Shihab

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Begini Sosok TikToker Asal Bekasi Galih Loss yang Ditangkap Kasus Penistaan Agama

1 hari lalu

Galih Loss. Foto: Instagram.
Begini Sosok TikToker Asal Bekasi Galih Loss yang Ditangkap Kasus Penistaan Agama

Di mata tetangga, Galih Loss disebut jarang bercengkerama dengan warga sekitar.


Galih Loss Minta Maaf Usai Buat Video Penistaan Agama di TikTok

1 hari lalu

Tiktoker Galihloss3 memegang HP yang digunakan untuk mengunggah konten yang diduga bermuatan SARA. Dokumentasi Polda Metro Jaya
Galih Loss Minta Maaf Usai Buat Video Penistaan Agama di TikTok

Galih Loss Minta maaf dan mengakui video TikTok yang diunggah menistakan agama Islam.


Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

1 hari lalu

Kreator Konten, Galih Loss. Foto: Instagram.
Selain Galih Loss, Ini Daftar Kasus Dugaan Penistaan Agama di Indonesia

Kasus yang menjerat Galih Loss menambah daftar panjang kasus penistaan agama di Indonesia.


Ini Isi Konten TikToker Galih Loss yang Diduga Lakukan Penistaan Agama

1 hari lalu

Galih Noval Aji Prakoso ditangkap polisi pada 22 April 2024 karena unggahan video di TikTok @galihloss3 soal penyebaran kebencian berbasis SARA. Sumber: Polda Metro Jaya
Ini Isi Konten TikToker Galih Loss yang Diduga Lakukan Penistaan Agama

TikToker Galih Loss ditetapkan sebagai tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.


Profil Galih Loss, TikTokers yang Ditangkap Karena Penistaan Agama

1 hari lalu

Galih Loss. Foto: Instagram.
Profil Galih Loss, TikTokers yang Ditangkap Karena Penistaan Agama

Profil Galih Loss yang ditangkap Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait penistaan agama.


Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polisi, SETARA Institute: Pasal Penodaan Agama Jadi Alat Gebuk

1 hari lalu

Gilbert Lumoindong. Instagram
Gilbert Lumoindong Dilaporkan ke Polisi, SETARA Institute: Pasal Penodaan Agama Jadi Alat Gebuk

Pendeta Gilbert Lumoindong dilaporkan ke polisi atas ceramahnya yang dianggap menghina sejumlah ibadah umat Islam.


Sebelum Ditangkap, Galih Loss Menyatakan Berhenti Bikin Konten

2 hari lalu

Galih Loss. Foto: Instagram.
Sebelum Ditangkap, Galih Loss Menyatakan Berhenti Bikin Konten

Sehari sebelum ditangkap, Galih Loss mengunggah video yang menyatakan berhenti membuat konten.


SETARA Institute Minta Polda Metro Jaya Terapkan Restorative Justice atas Laporan Penistaan Agama oleh Gilbert Lumoindong:

2 hari lalu

Gilbert Lumoindong. Instagram
SETARA Institute Minta Polda Metro Jaya Terapkan Restorative Justice atas Laporan Penistaan Agama oleh Gilbert Lumoindong:

Direktur Eksekutif SETARA Institute Halili Hasan menyebut seharusnya polisi mengabaikan dan tidak menindaklanjuti laporan terhadap Gilbert Lumoindong


Kasus Panji Gumilang dari Pencucian Uang hingga Penistaan Agama

2 hari lalu

Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang mendatangi Mabes Polri untuk memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2023. Panji Gumilang diperiksa atas kasus dugaan penistaan agama, ujaran kebencian, berita bohong, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hingga penyalahgunaan uang zakat. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Kasus Panji Gumilang dari Pencucian Uang hingga Penistaan Agama

Kilas balik kasus Panji Gumilang yang dikenakan pasal penistaan agama dan dilaporkan melakukan pencucian uang (TPPU).


Dua Laporan Polisi soal Dugaan Penistaan Agama Gilbert Lumoindong

4 hari lalu

Gilbert Lumoindong. Instagram
Dua Laporan Polisi soal Dugaan Penistaan Agama Gilbert Lumoindong

"Saya tidak ada niat, saya mencintai umat Muslim. Saya minta maaf," kata Gilbert Lumoindong