Viewed
1007
Senin
16
Jul
2012

Situs Batujaya Peninggalan Kerajaan Tarumanagara

TEMPO.CO, Karawang: Hanya butuh waktu sekitar tiga jam dari Jakarta menuju kota lumbung padi Karawang, Jawa Barat. Kali ini Komunitas Jelajah Budaya akan mengunjungi sebuah peninggalan arkeologi berupa kompleks percandian Batujaya. Kawasan Batujaya termasuk di wilayah desa Segaran, kecamatan Batujaya dan desa Telagajaya kecamatan Pakisjaya.

Sesampai di lokasi percandian batujaya, kita disambut oleh hamparan sawah yang luas dan padi yang menghijau. Sebelum kita memasuki area percandian, kita mampir terlebih dahulu ke museum yang dibangun pemerintah setempat untuk memamerkan barang-barang arkeologi yang ditemukan saat ekskavasi. Didalam museum kita bisa melihat koleksi berupa keramik, bata berprofil, bata kunci, bata bercap kaki, bata bertulis, bata dari susunan stupa, pecahan kaca, manik-manik, arca, tengkorak manusia, gerabah (type buni).

Setelah puas melihat koleksi yang ada di museum, peserta kemudian berjalan beriringan menyusuri persawahan yang dipandu oleh Hasan Djafar, beliau adalah salah satu orang yang ikut ekskavasi situs Batujaya sejak tahun 1985. Panas siang itu tidak menyurutkan niat peserta menyimak penjelasan dari Hasan Djafar saat sampai ke lokasi candi yang pertama, yaitu candi Jiwa.

Kompleks percandian Batujaya merupakan peninggalan pada jaman kerajaan Tarumanagara pertama kali ditemukan pada tahun 1984 oleh tim jurusan arkeologi fakultas sastra (sekarang departemen arkeologi fakultas ilmu pengetahuan budaya) Universitas Indonesia, berdasarkan informasi dari penduduk Cibuaya. Kawasan yang memiliki luas sekitar 5 km/segi hingga saat ini terdapat lebih dari 30 candi tersebar di kawasan tersebut. Dua diantaranya yang paling monumental adalah candi Jiwa dan candi Blandongan.

Pertama kali ditemukan, candi-candi tersebut masih berada didalam gundukan tanah yang tersebar di lahan persawahan, penduduk setempat menyebutnya sebagai unur. Dari penggalian di candi Jiwa, situs ini telah ditampakkan seluruh permukaan bangunan yang tersisa dan beberapa bagian kaki candi. Candi Jiwa berukuran 19 x 19 m dengan tinggi seluruh bangunan yang tersisa 4,70 m.

Situs berikutnya adalah situs Blandongan yang terbesar jika dibandingkan dengan situs-situs yang lain di kawasan Batujaya. Candi dengan bagian kaki yang berdenah bujur sangkar berukuran 25 x 25 m, memiliki empat buah tangga yang terletak di keempat sisinya. Selain itu juga ditemukan empat fragmen inskripsi yang berisi ayat-ayat suci agama Budha, oleh karena itu candi di kawasan Batujaya merupakan candi agama Budha dan satu-satunya yang ada di Jawa Barat.

Video Journalist : DENNY SUGIHARTO | DWI OKTAVIANE

Komentar (0)