Viewed
13954
Jum'at
16
Nov
2012

Wisata Kuliner Tempo Dulu di Kawasan Cikini

TEMPO.CO, Jakarta : Mendung dan sedikit gerimis pagi ini tidak menyurutkan niat kami yang tergabung dalam acara 'normal is boring culinary tour' untuk berkumpul di salah satu pabrik roti legendaris di daerah Cikini, Jakarta Pusat.

Dimotori oleh komunitas Love Our Heritage, kami rencananya akan diajak berkeliling menikmati sejarah dan kuliner yang masih bisa dijumpai di sekitar Cikini.

Ini bukan sekedar tur kuliner biasa loh, karena para peserta akan diajak belajar tentang kreatifitas, inovasi dan juga semangat wirausaha melalui petualangan rasa.

Dimulai dari pabrik roti dan toko roti yang berdiri sejak tahun 1921, milik seorang keturunan China yang bernama Tan Ek Tjoan. Pabrik yang ada di Jakarta ini didirikan tahun 1953 dan merupakan cabang dari pabrik yang ada di Bogor. sluurppp ... bakalan jadi petualan enak nih.

Saat masuk kedalam pabrik roti, suasana tempo dulu masih bisa dirasakan dengan tetap digunakannya peralatan pembuatan roti yang sama saat pertama kali digunakan. Para peserta mengelilingi meja panjang dan mulai membentuk roti sesuai selera dari adonan yang sudah disiapkan. Setelah selesai semua roti kreasi peserta kemudian dimasukkan ke lemari fermentasi dan diteruskan ke dalam oven selama 20 menit.

Puas dengan membuat kreasi roti sendiri, perjalanan dilanjutkan menyusuri kawasan menteng tepatnya di sekitar masjid Cut Meutia. Kami berhenti di salah satu warung yang menyajikan sop buntut yang spesial banget. Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1967 dan tetap mempertahankan cita rasa yang khas dengan kuah kaldu yang berwarna kemerahan. selain sop buntut biasa, ada juga sop buntut goreng, bakar yang pasti menggugah selera. Huuuu... tiap hari begini bisa gendut nih.

Perjalananpun dilanjutkan melewati stasiun Gondangdia, yang juga terkenal dengan menu kulinernya. Sesaat kemudian tur dilanjutkan ke kedai kopi Phoenam yang ada di jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Kopi hitamnya atau kopi susunya yang kental ditemani roti bakar isi selai menambah wisata kuliner kali ini makin asik saja.

Sajian tur kuliner kali ini diakhiri di sebuah cafe yang ada di jalan Sabang, Jakarta Pusat. Bukan menu makanan barat yang akan kita nikmati, melainkan martabak yang dikreasikan dengan aneka topping seperti martabak noodle, mushbeef, es krim dan yang lainnya. Inilah yang menjadi ciri khas cafe yang satu ini, ingin menjadikan martabak naik kelas dengan membawanya kedalam suasana cafe yang modern.

Dan alhasil .... sore ini berakhir dengan puas sekali, bayangkan perut kenyang, wawasan kuliner bertambah dan pasti timbangan badan juga. hahahaha.. sampai jumpa.

Videografher/Editor : Denny Sugiharto (PDAT)
Narator : Lily Bertha Kartika

Komentar (0)