Ketenagakerjaan

Sofyan Wanandi Pertanyakan Aturan Antidiskriminasi

"Itu diskriminasi apa? Jenis kelamin atau apa? Tidak jelas itu,"
kata dia saat dihubungi Tempo pada Rabu, 27 Agustus 2014.

Orang Indonesia Ingin Bekerja hingga Usia 67 Tahun  

Di Singapura, Taiwan, dan Australia, usia pensiun 65 tahun.

29 Ribu Warga Kota Bekasi Menganggur

"Di luar Bekasi juga menyalurkan tenaga kerja melalui program pola magang dan kewirausahaan," ujar Iman.

Aktuaris, Pekerjaan Paling Dibutuhkan di Keuangan

Indonesia paling tidak membutuhkan 600 ahli aktuaria untuk beberapa tahun mendatang. Saat ini baru ada 150 aktuaria.

Pemerintah Akui Fasilitas BLK Ketinggalan Zaman  

Rekruitmen instruktur sangat minim sehingga kekurangan jumlah tenaga pengajar.

Merpati Diminta Tak Sembarangan Lakukan PHK

DPR berencana menjembatani keluh kesah para anggota serikat karyawan.

Pengusaha Ingin Undang-Undang Ketenagakerjaan Direvisi

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi mengatakan Undang-Undang Ketenagakerjaan sebaiknya direvisi untuk merangsang investasi asing di Indonesia. “Kalau tak ada revisi, sampai sekarang ada (investasi) yang masuk tidak?” katanya di Jakarta.

Buruh Blokir PT Arnott’s Indonesia

Kebijakan perampingan pegawai oleh PT Arnott’s Indonesia mendapat reaksi keras para buruhnya.

Pekerja-Pengusaha Sepakati Pemulihan Ekonomi

Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Rekson Silaban, mengatakan buruh dan pengusaha sepakat untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional. “Harus segera dilakukan untuk menanggulangi pengangguran dan sebagai perbaikan iklim investasi,” katanya di Hotel Sahid, Jakarta, hari ini.

Presiden: Revisi UU Ketenagakerjaan Tergantung Hasil Kajian

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah tidak akan merevisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jika dalam hasil kajian nanti ditemukan tidak perlu merevisi.

Ketua DPR Dinilai Kecewakan Buruh

Aksi anarkis buruh di gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa lalu terjadi karena mereka kecewa atas sikap Ketua DPR, Agung Laksono. “Pak Agung memilih makan siang di kapal induk Amerika daripada menemui para buruh,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR, Tjahjo Kumolo, ketika dihubungi.

PDIP: Pemerintah Tak Gentlemen

Ketua PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, menyatakan pemerintah tak gentlemen dengan menuduh pihak yang kalah dalam Pemilu 2004 berada di balik aksi buruh. Apalagi, polisi bisa menangkap siapapun yang menunggangi buruh. “Pihak yang kalah itu banyak, termasuk Wiranto, Megawati, Amien Rais, dan lain-lain," ujarnya ketika dihubungi.

Sutanto Prihatinkan Demonstrasi Buruh

Kepala Polri, Jenderal Sutanto, menyatakan prihatin atas kondisi sosial di Indonesia. Keadaan belum berubah padahal reformasi sudah delapan tahun berlalu.

Partai Bantah Tudingan Pemerintah

Partai Kebangkitan membantah berada di belakang aksi buruh kemarin. “Tak ada hubungannya, aksi buruh dengan partai yang kalah pemilu,” kata ketua umum partai itu, Muhaimin Iskandar, ketika dihubungi di gedung MPR/DPR, Jakarta, hari ini.

Pemerintah: Partai Yang Kalah Mengganggu

Pemerintah mensinyalir adanya pihak-pihak di belakang aksi buruh di DPR kemarin. "Sejak beberapa bulan ini banyak pihak yang tidak menang dalam Pemilu 2004 berusaha untuk mengganggu," kata Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, sebelum rapat koordinasi mengenai Aceh di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, hari ini.

berikutnya