Kekerasan Terhadap Anak

Kekerasan terhadap Anak di Yogyakarta Turun Drastis

Kekerasan terhadap Anak di Yogyakarta Turun Drastis

Kasus kekerasan terhadap anak tahun ini pun sudah tak lagi didominasi kekerasan fisik dan seksual.

  • Kegagalan Memahami Nasib Angeline

    Kematian Angeline, putri cantik berusia 6 tahun korban pembunuhan di Bali, sangat menyedihkan. Tapi itu "tak terlalu jadi soal" karena semua yang bernyawa niscaya meninggalkan dunia fana. Yang menggerus perasaan adalah bagaimana anak tanpa dosa itu harus menyongsong kematian dengan setimbun penderitaan lahir-batin. Ia disebut-sebut ditelantarkan, juga disakiti, dengan meninggalkan sekian banyak cedera. Itu baru yang tampak di mata. Belum termasuk luka di hati yang sakitnya hanya bisa dirasa dengan hati juga.

  • Memanusiakan Anak

    Kasus Angeline menjadi cermin bagi semua pihak betapa kekerasan terhadap anak, bahkan yang berakibat kematian, begitu mencemaskan. Berdasarkan data Komnas Perlindungan Anak, pada 2011 ada 2.462 kasus, naik lagi pada 2012 sebanyak 2.637 kasus. Tahun berikutnya, 2013, naik fantastis hingga 3.339 kasus. Pada 2014, ada 2.750 kasus. Lalu, pada tahun ini, hingga Mei, sudah terdata 339 kasus.

  • Negara Ramah Anak

    Kita harus akui, negara yang kita cintai ini masih belum mampu menjamin secara penuh hak-hak anak serta penghormatan pada potensi dan martabat anak-anak.

  • Nestapa Angeline

    Angeline adalah salah satu contoh dari jutaan anak di negeri ini yang hak-hak dasarnya dilanggar.

  • Monumen Kasih Sayang

    Angeline merajai tren topik di Twitter dan tak henti-hentinya berseliweran di lini masa Facebook pada hari penemuan mayatnya, 10 Juni 2015, yang dikubur di pekarangan rumahnya.

  • Anak Kita

    Akhir-akhir ini berita tentang berbagai pelanggaran hak asasi anak tak henti menyerbu kita. Tampaknnya, ada yang menyimpang dalam tatanan kehidupan sosial kita. Pelaku-pelaku kekerasan sulit dikenali. Ia sering datang dari lingkungan keluarga, tetangga, orang dekat, dan sebagainya. Ia bisa berwujud pengasuh, pembantu, tetangga, teman, bahkan saudara dan orang tua sang anak. Dan kekerasan itu bisa muncul tiba-tiba, tanpa sempat kita antisipasi, karena kita begitu percaya kepada mereka. Namun melihat kasus-kasus itu, tampaknya kita perlu meningkatkan kewaspadaan.

  • Ketika Anak-anak Dikorbankan

    Agar ke depan pedofilia tidak kian marak, jelas perlu koalisi semua pihak agar lingkaran setan kejahatan seks bisa diakhiri.