Longsor Banjarnegara

Longsor di Subang, Akses Jalan Dua Desa Terputus

Longsor di Subang, Akses Jalan Dua Desa Terputus

Material longsoran juga menyebabkan keretakan badan jalan sepanjang 60 hingga 70 meter. Jika terjadi hujan deras lagi, retakan-retakan tersebut bisa kembali ambles.

  • Zona Merah Longsor

    Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat disebut berada di "zona merah" karena merupakan provinsi rawan tanah longsor.

  • Membangun Kota Tanggap Bencana

    "John Kerry: Indonesia Rentan Perubahan Iklim" (Koran Tempo, 17 Februari). Ia menyebutkan, ancaman global akibat perubahan iklim telah menjadikannya seolah senjata pemusnah massal terbesar dan paling menakutkan di dunia. Fenomena pemanasan global, perubahan iklim ekstrem, dan degradasi kualitas lingkungan juga telah mengakibatkan berbagai bencana di Indonesia.

  • Terkikisnya Kesadaran

    Hujan kini menjadi monster. Setiap hujan turun, perasaan pun menjadi waswas akan munculnya banjir. Padahal banjir tidak datang tiba-tiba. Banjir datang melalui proses panjang. Para pegiat lingkungan menyebut: banjir itu akibat ulah manusia. Tapi, tetap saja kita hanya memikirkan banjir ketika banjir tiba. Kesadaran kita terhadap "sesuatu" yang menghadang di depan menjadi sangat tipis. Kita baru benar-benar sadar ketika sudah terbentur "sesuatu" itu.

  • Bencana versus Sabda Alam

    Bukankah letusan gunung, hujan abu, dan sebagainya hanyalah peristiwa fisika-kimia

  • Bumi Satu, Manusia Banyak

    Bencana telah menjadi menu harian bangsa Indonesia.

  • Pesan Folklor

    Peringatan nenek moyang dalam melihat bahaya lingkungan, yang mengancam kehidupan manusia, sering dikemas melalui cerita rakyat atau folklor. Hampir semua kebudayaan etnik di Nusantara melahirkan cerita rakyat untuk membungkus realitas sosial dan pengetahuan lokal, yang kemudian diwariskan kepada anak-cucu.

  • Badai Haiyan dan Perubahan Iklim

    Yeb Sano, juru bicara delegasi Filipina dalam Konferensi Perubahan Iklim ke-19 (11-22 November 2013) di Warsawa, menangis ketika membawakan pidatonya pada hari pertama. Ia terkenang kondisi saudara-saudara sebangsanya yang hidupnya porak-poranda dihajar badai Haiyan. Ia meyakini bahwa apa yang terjadi itu merupakan dampak perubahan iklim. Untuk itu, dia meminta agar delegasi negara-negara yang hadir dapat mengambil keputusan cerdas untuk membalik kecenderungan perubahan iklim supaya korban jiwa dan harta tak lagi semakin banyak. Ia menambahkan satu hal lagi yang membuat semua peserta terhenyak turut menangis: dia bersumpah tak akan menyentuh makanan sama sekali hingga ada keputusan cerdas bisa dibuat oleh seluruh peserta konferensi. Jelas, ini merupakan pembukaan konferensi perubahan iklim paling dramatis yang pernah ada.

  • Upaya Pengurangan Dampak Bencana

    Belum ada angka resmi total kerugian secara nasional maupun lokal. Estimasi kerugian akibat banjir di Jakarta, Januari 2013, adalah sebesar Rp 1 triliun (Kompas, 17 Februari 2013)

  • Bencana, Pengangguran, dan Cash for Work

    CFW secara umum mirip program padat karya, memberi dana untuk menyelesaikan proyek-proyek public works.