Pemilu Presiden 2014

Jokowi Tak Butuh, Relawan Bakal Membubarkan Diri

Jokowi Tak Butuh, Relawan Bakal Membubarkan Diri

Sampai saat ini mereka masih menunggu kepastian dari Jokowi.

  • Adu Populer Kandidat

    Nama mereka disebut dalam hasil survei. Sebagian sudah mendeklarasikan pencalonannya, sedangkan sebagian lagi masih malu-malu menjadi calon presiden.

  • Menuju Negara Maritim yang Tangguh

    Negara kepulauan Indonesia secara geografis terdiri atas ribuan pulau (17.480)-dengan 73 persen wilayah lautan (garis pantai sepanjang 95.181 kilometer) dan 27 persen daratan. Ciri-ciri inilah yang dipersyaratkan oleh hukum internasional yang-tertuang dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS), 1982-menetapkan bahwa Indonesia adalah sebuah negara kepulauan (an archipelagic state).

  • Blusukan Virtual

    Ide Joko Widodo (Jokowi) yang akan membuat blusukan virtual, seperti lewat Facebook ataupun Twitter, untuk mendengar aspirasi rakyat, menarik untuk diulas. Gagasan yang diberi nama e-blusukan ini memang masih dalam taraf penggodokan oleh tim transisi Jokowi-JK.

  • Real Count PKS

    Berdasarkan penghitungan manual Pusat Tabulasi Penghitungan Suara kubu Prabowo–Hatta oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyatakan Prabowo–Hatta sebagai pemenang pemilihan presiden (pilpres), Prabowo mengajukan permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi. Realistiskah mengajukan gugatan Komisi Pemilihan Umum atas dasar rekapitulasi manual PKS?

  • Petruk Jadi Raja

    Panakawan adalah lembaga kritik dunia feodal. Tanpa keberadaan partai dan parlemen, wacana politik diambil alih dalang, sebagai bentuk otoritas dari sistem nilai yang sudah tersedia, yang dalam pedalangan Jawa disebut "pakem".

  • Menata Kembali Relasi Pusat-Daerah

    Terpilihnya pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) sebagai presiden dan wakil presiden 2014-2019 akan membawa implikasi politik yang luas, termasuk menyangkut relasi antara pusat-daerah dalam bidang pendidikan. Hal itu lantaran, dalam visi-misinya, Jokowi akan mengembangkan keragaman, bukan penyeragaman. Dia juga memberikan peran lebih besar kepada daerah untuk mengembangkan model pendidikan yang menjaga keseimbangan aspek muatan lokal (daerah) dan aspek nasional, dalam rangka membangun pemahaman yang hakiki terhadap kebinekaan yang tunggal ika.

  • Makna Gugatan Prabowo

    Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang sudah ditetapkan oleh KPU pada 22 Juli 2014 lalu sebagai pemenang pemilihan presiden, tampaknya masih harus bersabar untuk merayakan kemenangannya. Sebab, kubu Prabowo-Hatta melayangkan gugatan tentang kecurangan pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK).

  • Museumkan Pilpres

    Sudah saatnya Indonesia merawat adab dan ingatan politiknya di museum, bukan lewat gosip. Sebab, dari pemilu presiden 2014 yang telah usai ini, hanya dua yang tersisa: kenangan dan berkas-berkas (arsip). Kenangan hidup dalam pikiran dan perasaan, tapi ia cepat pudar. Berkas-berkas tidak akan pudar, tapi ia bisu. Diperlukan satu medium untuk membuat kenangan dan berkas bisa bersatu dan hidup bertenaga, yaitu museum.

  • Botoh Politik

    Pemilu selalu menjadi momentum bangkitnya kekuatan para botoh. Meski pada pemilihan presiden 2014 ini botoh tak terlalu mendapat sorotan, bukan berarti golongan "penjudi politik" itu tidak ada.

  • Konsekuensi Hukum Pidato Prabowo

    Pidato "kekalahan" calon presiden (capres) Prabowo Subianto mengejutkan. Sikap penolakan hasil pemilu presiden (pilpres) itu tidak sekadar menjatuhkan martabatnya sebagai negarawan, tapi juga menimbulkan "api" baru seusai pilpres yang berlangsung damai.

  • Curang

    Mengutip perkataan calon presiden (capres) Prabowo Subianto, Sabtu, 19 Juli 2014 ("Prabowo Desak Pencoblosan Ulang"), tempo.co menulis, ''Insya Allah, kalau tidak ada kecurangan, kami akan menang.''