Konflik Antar Elit Politik

Fahri Hamzah Komentari Pernyataan Ahok Soal Kehebatannya

Fahri Hamzah Komentari Pernyataan Ahok Soal Kehebatannya

"Jadi saya (Fahri Hamzah) sebagai anggota partai, anggota DPR, dan pimpinan DPR."

  • Mahkamah Partai Tak Bergigi

    Saat Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dilanda konflik kepengurusan, mahkamah partai politik tiba-tiba menjadi pusat perhatian dan tempat berharap. Memang, secara teoretis, mahkamah partai memiliki posisi strategis. Keberadaannya diatur dalam Undang-Undang Partai Politik. Pengadilan selalu menolak mengadili konflik kepengurusan partai bila belum diadili oleh mahkamah partai. Keputusan institusi itu disebut secara eksplisit dalam UU Partai Politik bersifat final and binding, terakhir dan mengikat. Kenyataannya, mahkamah partai, dalam bahasa pesantren, menjadi wujuduhu kaadamih, adanya seperti tiada. Mengapa demikian?

  • Bersiasat dengan Konflik

    Sekitar 5 tahun lalu, kelompok kajian khusus tentang konflik yang bernaung di bawah bendera sebuah lembaga internasional, ViCIS (Violent Conflict in Indonesia Study), menerbitkan laporan singkat untuk panduan kebijakan nasional. Laporan singkat itu menyampaikan bahwa demokratisasi dan otonomi daerah telah mengubah peta konflik, dan membuat konflik di Indonesia menjadi lebih bersifat lokal, berskala kecil, tapi sporadis menyebar di sana-sini. Api yang akan membakar konflik-konflik tersebut adalah persoalan keadilan sosial dan ketimpangan ekonomi. Laporan itu, sebagaimana nasib kebanyakan hasil studi di Indonesia, mungkin telah masuk arsip entah di mana, luput dari perhatian.

  • Runtuhnya Filsafat Politik

    Tentu Jokowi tak pernah mengajarkan filsafat politik secara teoretis. Ia bahkan bukan intelektual.

  • Tirani Politik Senayan

    Sementara itu, dalam kasus Partai Golkar, peluang untuk bermigrasi ke KIH sangat bergantung pada hasil musyawarah nasional Partai Golkar

  • Senayan, Sayup-Sayup Sampai

    Di Senayan sebuah proses tampak jauh dari keresahan rakyat. Jika Mega, Amien, dan Gus Dur bisa menyisihkan ketidakakuran mereka, Indonesia boleh berharap.