Budaya

TBM Kedai Proses, Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal  

TBM Kedai Proses, Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal  

Taman Bacaan Masyarakat Kedai Proses, Rangkas Bitung Lebak Banten yang berprestasi dipercaya Kemdikbud menjalankan program Kampung Literasi pada 2016.

  • Menuju World Culture Forum

    World Culture Forum (WCF) II akan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center pada 10-14 Oktober 2016 dengan tema "Culture for An Inclusive Sustainable Planet". Forum ini mendaftar 1.800 tamu dari 65 negara yang terdiri atas tokoh budaya internasional, penerima Hadiah Nobel, menteri dan direktur kebudayaan seluruh dunia, serta akademikus. Sebagai penulis kebudayaan terundang (namun berhalangan datang), saya menjunjung WCF lewat artikel ini sebagai bahan refleksi.

  • Menanti Gebrakan Hilmar Farid

    Di ujung 2015, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melantik Direktur Jenderal Kebudayaan baru, Hilmar Farid. Pengangkatan Hilmar mengubah tradisi yang selama ini dipegang oleh Kementerian, karena Hilmar adalah pejabat eselon satu pertama yang berlatar belakang non-pegawai negeri.

  • Negeri Upacara

    Upacara memperingati hari-hari tertentu yang ditetapkan pemerintah menjadi hari-hari politis tahunan, suatu kewajiban di seluruh gedung perkantoran publik, lengkap dengan pegawai negerinya.

  • Jalanan

    Hingga saat ini, orang harus minggir memberi jalan jika seseorang yang mempunyai "kekuasaan" melintas.

  • Ibu Negara  

    Penampilan Peng Liyuan, 51 tahun, Ibu Negara RRC, istri Presiden Xi Jinping, 60 tahun, juga disorot.

  • Budi Sang Kerbau

    Pertama, orang tiada lagi percaya atas "kesaktian" kerbau istana sampai berani menombaknya.

  • Kerbau

    Bagong adalah kerbau albino yang disebut orang Jawa sebagai kebo bule.

  • Tato

    Etnis Dayak atau Mentawai adalah contoh komunitas-suku yang kental akan tradisi tato.

  • Artis dan Priayi

    Dalam prosesi pernikahan khas Jawa tersebut, terpapar dua fakta menarik: pernikahan sesama artis dan pamer kemewahan.

  • Gandhi dan Kita

    Kata Sanskerta "Mahatma" yang disematkan di depan namanya merupakan penghormatan bermakna "jiwa yang agung".