Teror Paris

Prancis Tangkap Dua Orang yang Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Pastor

Prancis Tangkap Dua Orang yang Diduga Terlibat dalam Pembunuhan Pastor

Polisi Prancis menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan terhadap seorang pastor di sebuah gereja di Normandia.

  • Lumpuhnya Jaringan Abu Omar

    Jaringan ini, menurut Sutarman, merupakan pelaku penembakan polisi di Ciputat, Cireundeu, Pondok Aren, dan di depan Komisi Pemberantasan Korupsi.

  • Jejak Teror dari Solo hingga Depok

    Jaringan teror di Depok diduga terkait dengan ledakan di kawasan Tambora, Jakarta Barat, dan Solo. Berikut ini jejak teror belakangan ini:

  • Ditembak di Markas Sendiri

    Brigadir Kepala Dwi Data Subekti ditembak dari jarak dekat di pos jaga Pos Polisi Singosaren, Solo, Kamis malam (30/8) lalu. Dwi meninggal dengan empat peluru menembus dadanya. Berikut ini kronologi peristiwa tersebut.

  • Umar Patek, Sial Sebelum Pesta

    Ditangkap di Pakistan. Ia ke Pakistan via Indonesia, Bangkok, menggunakan paspor palsu.

  • Serangan Terbuka Pasukan Tholut

    IA disebut-sebut tengah menyiapkan serangkaian aksi terorisme di Sumatera Utara. Abu Tholut disebut-sebut sebagai salah satu pendiri Jamaah Islamiyah.

  • Lima Menit di Simpang Beringin

    Mereka mengobral tembakan selama lima menit. Tiga di antara lima polisi di kantor itu tewas.

  • Perekrut "Pengantin" Marriott

    ia adalah orang yang merekrut Asmar Latin Sani, pelaku bom bunuh diri dalam peristiwa bom Marriott pada 2003.

  • Merampok untuk Menteror

    Ternyata metode fa’i alias merampas harta dari orang orang yang dianggap kafir oleh kelompok teroris masih terus berulang.

  • Dari Aceh Hingga Bandung

    Markas Besar Kepolisian RI menyatakan, Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir ditangkap karena diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah aksi terorisme di beberapa daerah, di antaranya Aceh.

  • Ba'asyir Diburu Sepanjang Waktu

    Tak cuma sekali Abu Bakar Ba’asyir dituduh terlibat jaringan teroris dan jadi target buruan.

  • Teror Paris, Teror Global

    Serangan teror di Paris, Prancis, baru-baru ini, telah mengguncang dunia. Sejumlah teror lain juga pernah menyergap negeri itu, termasuk teror di kantor Charlie Hebdo pada 7 Januari 2015 yang menewaskan 12 jurnalis. Namun teror kali ini menjadi yang paling mengerikan sejak Perang Dunia II. Presiden Prancis Francois Hollande berjanji tak akan memberi ampun kepada jaringan pelakunya. Bahkan media-media Prancis dan Eropa menyebutnya sebagai "perang". Apa yang perlu menjadi catatan atas insiden ini?

  • Menanggulangi Gelombang ISIS

    Sebanyak 16 warga negara Indonesia (WNI) melakukan perjalanan ke Turki. Ada dugaan, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Suriah untuk kemudian berafiliasi dengan kelompok Islamic State of Iraq and Sham (ISIS). Investigasi terus dilakukan pihak berwenang untuk mendalami motif dan menelusuri modusnya.

  • Ulah Migran di Negeri Voltaire

    Penjaga pompa bensin asal Aljazair di Desa Dumartin, dekat Bandara Charles de Gaulle, itu ogah diwawancarai koran Le Parisien. "Aku tak peduli ulah mereka," ujarnya tentang tiga teroris yang membantai sepuluh redaktur dan dua agen polisi pada mingguan satire Charlie Hebdo. Lalu, dengan nada keras, dia mengumpat: "Dua belas mati?! Anda tahu berapa ribu orang mati setiap hari di Libya, berapa ratus ribu di Suriah, dan entah berapa lagi di tempat lain."

  • Dari 11/9 ke Musim Bunga Arab *)

    Lingkungan operasi Al-Qaidah sekarang ini berbeda jauh dengan lingkungan saat ia melancarkan operasi teror 11/9 yang tersohor itu.

  • Ongkos 9/11 *)

    Lagi pula, seperti yang kami tulis tulis dalam buku The Three Trillion Dollar War, perang di Afganistan dan Irak menyumbang kepada melemahnya makroekonomi Amerika, yang pada gilirannya memperparah defisit dan beban utang.

  • Bias Terorisme, Media, dan Islam

    Eksperimentasi itu dilakukan di samping ruangan kongres, tempat sedang berlangsungnya sebuah pesta bertopeng.

  • Peluang yang Terbuka Setelah Tewasnya Usamah

    Betapa banal keseharian tokoh yang dianggap lambang kekerasan ini. Karena itulah mengapa tewasnya Usamah di tangan pasukan komando Amerika Serikat merupakan studi kasus yang menarik.

  • Terorisme, Media, dan Bin Ladin

    Relasi antara media dan teroris, dengan gaya rekrutmen Pepi itu, sangat mungkin berkembang di dalam jurnalisme Indonesia.

  • Bom Bunuh Diri dan Radikalisme

    Bom itu menunjukkan secara langsung bahwa teroris memang masih ada dan menjadi ancaman nyata.

  • Terorisme Versus Islam

    Menurut Ladan Boroumand dan Roya Boroumand dalam Terror, Islam, and Democracy, terorisme Islam jauh lebih dekat dengan tradisi fasis Eropa dan komunisme dibanding Islam tradisional.