Konflik Papua

TNI Kejar Kelompok Bersenjata Penculik Tentara di Papua

TNI Kejar Kelompok Bersenjata Penculik Tentara di Papua

Pasukan pengamanan TNI mencari keberadaan kelompok bersenjata pelaku penculikan anggota TNI di Papua.

  • Ricuh Papua

    Korban terus berjatuhan, baik dalam kerusuhan massa maupun penembakan oleh orang tak dikenal.

  • Siklus Kekerasan di Papua

    Di Paniai, menjelang Natal 2014, empat nyawa warga melayang karena ditembak. Belum lagi ditemukan pelaku penembakan itu, pada awal 2015 kembali terjadi penembakan di Deyai, dekat Paniai. Kali ini, seorang polisi korbannya.

  • Gus Dur dan Papua

    Gus Dur memang telah wafat sebagai manusia, tapi ia terus hadir dalam ide, gagasan, dan kerja kemanusiaan.

  • Melihat Papua dengan Kecintaan

    Papua dicekam oleh teror penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di bawah pimpinan Enden Wanimbo. Bentrokan senjata antara pasukan TNI dan kelompok bersenjata di Kabupaten Lanny Jaya, Papua, mengakibatkan lima anggota kelompok separatis itu tewas dan dua anggota TNI mengalami luka tembak (Koran Tempo, 2 Agustus 2014).

  • Gubernur Jenderal Papua?

    Herman Willem Daendels, pasti semua tahu sang Gubernur Jenderal Hindia Belanda di awal abad ke-19 ini. Ia, gubernur jenderal terbesar Hindia Belanda, dengan kerja paksa menguasai Jawa dan sekaligus menaklukkan raja-rajanya. Bagi Jawa, gubernur jenderal adalah kaca buram kenangan pahit yang terpatri dalam jiwa. Tetapi tidak di Papua.

  • Rumitnya Papua

    Entahlah, masalah dan dukacita datang silih berganti di Papua. Litani kekerasan seolah tiada henti. Kelompok sipil bersenjata berjumlah 20 orang baru menyerang pos Brimob Polri di pos Kelurik di Puncak Jaya, Sabtu pekan lalu. Sudah ratusan nyawa, baik dari aparat keamanan maupun warga sipil Papua, melayang.

  • Ekonomi Politik Papua *)

    Kondisi karut-marut ekonomi politik di Papua adalah lahan basah bagi oknum birokrat untuk menarik keuntungan dari kalangan bisnis. Di sinilah istilah administrative patrimonial mendapatkan tempat, di mana oknum dan elite penguasa menggunakan kondisi yang tidak menentu untuk meraih keuntungan mereka. Singkatnya, investor mengambil jalan pertama, yaitu menerima risiko atas tingginya ongkos transaksi.

  • Mengurai Kompleksitas Masalah Papua

    Pada 2012, pemerintah akan mengucurkan dana Otsus sebesar Rp 3,83 triliun untuk Papua dan Rp 1,64 triliun untuk Papua Barat.

  • Strategi Kebudayaan atas Papua *)

    Indonesia tidak bisa lagi dianggap enteng dalam Olimpiade fisika dan matematika, karena ada antara lain anak-anak Papua di dalamnya. Di dunia sepak bola, anak-anak Papua memicu euforia tentang Burung Garuda, baik ketika Indonesia kalah, apalagi menang.