Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi Diramalkan Tetap Tumbuh di Kuartal III  

Konsumsi, ekspor, dan investasi menjadi pendongkrak pertumbuhan.

UMKM Bisa Dorong Indonesia Jadi Negara Maju

Indonesia bisa keluar dari jebakan kelas menengah.

Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,4 Persen  

Inflasi hingga akhir tahun diperkirakan tak melebihi 5,3 persen.

Pertumbuhan Ekonomi 5,8 Persen Dinilai Realistis  

Sinyal positif pertumbuhan ekonomi juga bisa dilihat dari nilai tukar rupiah yang kredibel.

Masyarakat Ekonomi ASEAN Sulit Dicapai Tahun Depan

Waktu yang tersisa hingga 31 Desember 2015 diperkirakan tidak cukup untuk menyelesaikan semua langkah prioritas.

Chatib: Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen Realistis  

Target pemerintah dalam menetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen pada tahun depan telah memperhatikan faktor internal dan eksternal.

Jawa Timur Butuh Rp 450 Triliun dari Pasar Modal  

Target pembiayaan sebesar itu dapat diperoleh dari investasi masyarakat ataupun pasar modal.

Chatib Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen

"IMF juga memprediksikan seperti itu."

SBY: Kelas Menengah Tumbuh Delapan Juta Tiap Tahun  

Buruh tani menjadi pemilik lahan, karyawan menjadi manajer, serta si miskin menjadi pengusaha.

Chairul Tanjung: Tantangan Ekonomi Sangat Berat  

Chairul memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan hanya sekitar 5 persen. "Kalau ekonomi bisa tumbuh hingga 6 persen itu sangat bagus."

Target Pertumbuhan di 2015 Bakal Sulit Tercapai

Salah satunya karena Indonesia belum mampu mendongkrak nilai ekspor.

SBY: Kelas Menengah Dominasi Ekonomi Indonesia

Indonesia telah bertransformasi dalam 69 tahun terakhir.

SBY Klaim Indonesia Setara dengan Negara Maju  

Pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat, tertinggi kedua setelah
Cina di antara negara-negara G20.

Pertumbuhan Ekonomi 2015 Ditargetkan 5,6 Persen  

Presiden terpilih memiliki ruang untuk mengubah RAPBN 2015.

Angka Kemiskinan Sulit Turun  

Penurunan angka kemiskinan bakal sulit tercapai menyusul melambatnya pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2014.

berikutnya