Guru dan Permasalahannya

Guru Cantik Bergaji Seharga 5 Gorengan Juga Jago Merias  

Guru Cantik Bergaji Seharga 5 Gorengan Juga Jago Merias  

Mereka tampak cantik dengan polesan makeup dan kreasi jilbab karya Susita.

  • Guru Asing


    Pemahaman agama secara kontekstual itu amat diperlukan, mengingat Indonesia bukan negara agama, melainkan negara yang plural.

  • Guru

    Guru-guru pada masa awal di Hindia-Belanda memiliki tugas berat dalam mengajar dan mendidik.

  • Politik Guru

    Sejak masa pemerintahan Soeharto, politik guru ditertibkan. Kuasa suara politiknya dilenyapkan, dan dalam pemilu hak suaranya harus diserahkan kepada partai penguasa. Efek terbesar dari penertiban politik guru ini adalah kelumpuhan suara kritis guru, ketidakpahaman terhadap masalah politik, dan sekarang akhirnya lebih banyak bermuara pada apatisme politis. Dalam organisasi guru, penertiban dan pengekangan ini baru berhasil dilepaskan pada 2008 di Bandung.

  • Guru Miskin Buku

    Guru harus menyemai buku dan membaca.

  • Maju-Mundur Kebijakan Guru *)

    Hal itu terkait dengan munculnya kritik terhadap kualitas guru penerima tunjangan profesional yang ternyata masih rendah.

  • Resentralisasi Manajemen Guru PNS

    Mereka yang menjadi bagian dari tim sukses/pendukung bupati/wali kota terpilih akan diperlancar nasibnya atau bahkan diangkat menjadi kepala dinas. Namun mereka yang bukan pendukung bupati/wali kota terpilih akan tersisih, dimutasi ke daerah terpencil. Politisasi itu sekarang sudah dirasakan keterlaluan.