Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meyampaikan bahwa belum menerima hasil forum group discussion (FGD) yang dihadiri sejumlah lembaga soal kepastian kelembagaan dan pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah di ibu Kota.
"Kalau nanti sudah diterima maka akan langsung dieksekusi. Mungkin ditujukan bukan ke kami. Nanti akan saya cari” ujar Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Kamis 19 April 2018 soal hasil diskusi lembaga zakat tersebut.
Baca : Bazis DKI Disebut Ilegal, Sandiaga Uno Kaget Lalu Gelar Diskusi
Menurut Sandiaga Uno hasil FGD yang digelar Rabu lalu 18 April 2018 akan dibicarakan bersama Bazis DKI dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Kementerian Agama. Hal ini untuk mendorong Bazis DKI lebih profesional dan transparan dalam pengelolaan. “Makanya teman-tman dari Rumah Zakat, Dompet Dhuafa kami undang ke GD,” ucap dia.
Sebelumnya Pemerintah DKI Jakarta membahas kepastian kelembagaan dan pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah di ibu kota dengan menggelar forum group discussion (FGD) yang dibuka Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.
FGD digelar untuk membuat peta jalan peningkatan peran Bazis DKI. Selain itu, diskusi juga bertujuan mencari cara sinkronisasi Bazis DKI dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
"Agar apa yang kami lakukan ini dengan kebijakan di pemerintah pusat dan Undang-undang serta ketentuan yang berlaku mengenai zakat infaq shadaqah," kata Sandiaga Uno di Blok G Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 18 April 2018.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Diskusi itu juga terpicu pernyataan Ketua Baznas Bambang Sudibyo saat Rakernas Baznas di Bali 23 Maret 2018 lalu. Bambang menyebut Bazis DKI secara ilegal memungut zakat sebab tak memiliki dasar hukum memungut zakat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini