Logo BBC

Ketika seni revolusioner Kuba menginspirasi perjuangan pembebasan Afrika

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketika seni revolusioner Kuba menginspirasi perjuangan pembebasan Afrika
    An Ospaaal poster called After Emory Douglas, 1968 showing women in headscarves with babies and guns Lázaro Abreu Padrón

    Pameran poster dan majalah propaganda Kuba di London memperlihatkan dukungan (mendiang) Fidel Castro - pemimpin Kuba - kepada gerakan pembebasan Afrika selama Perang Dingin.

    Karya seni ini diproduksi oleh Organisasi Solidaritas untuk Rakyat Asia, Afrika, dan Amerika Latin (Ospaaal), yang dilahirkan saat Konferensi Tricontinental, yang digelar di Havana pada 1966, untuk memerangi imperialisme AS.

    "Banyak negara Afrika diwakili delegasi yang hadir di acara itu, termasuk sejumlah gerakan pembebasan. Dan Castro terhubung dengan beberapa pemimpin, terutama Amílcar Cabral dari Republik Guinea-Bissau," kata Olivia Ahmad, kurator pameran di House of Illustration, kepada BBC.

    A Ospaaal poster entitled Day of solidarity with people of Guinea-Bissau and Cape Verde Islands, 1974, showing Amílcar Cabral Olivio Martínez Viera
    Sosok Amílcar Cabral dalam poster Hari Solidaritas bagi rakyat Guinea-Bissau and Kepulauan Cape Verde, 1974

    Cabral memimpin perang melawan kekuasaan kolonial Portugis di Guinea-Bissau dan kepulauan Tanjung Verde, tetapi dia dibunuh pada 1973, setahun sebelum Guinea-Bissau merdeka.

    Ahmad mengatakan Konferensi Tricontinental lebih banyak direncanakan, tetapi tidak pernah terealisasi sehingga berbagai produk publikasi Ospaaal menjadi cara penting agar dapat tetap berhubungan sekaligus berbagi informasi - dan berbagai poster dilipat dan diselipkan dalam berbagai penerbitan.

    Revolusioner Amerika Latin yang paling tersohor, Ernesto "Che" Guevara, "barangkali yang paling banyak digambar dalam berbagai karya Ospaaal," katanya.

    An Ospaaal poster entitled Che Guevara, 1969, showing his face over a rainbow design Alfredo G Rostgaard
    Poster yang menampilkan sosok Che Guevara, 1969.

    Guevara melanglang buana ke lokasi yang kini dikenal sebagai Republik Demokratik Kongo pada 1965 dengan misi - yang berakhir gagal - melahirkan pemberontakan melawan rezim pro-Barat, empat tahun setelah pembunuhan atas pahlawan kemerdekaan Kongo, Patrice Lumumba.

    Pembunuhan Lumumba, empat bulan setelah dia terpilih sebagai perdana menteri pertama yang demokratis di negara itu, secara luas dituduhkan kepada agen-agen intelijen AS dan Inggris.

    An Ospaaal poster, entitled Day of Solidarity with the Congo, 1972, showing the face of Patrice Lumumba over a map of Africa Alfredo Rostgaard
    Sosok Patrice Lumumba dalam poster memperingati Hari Solidaritas bagi rakyat Kongo, 1972

    "Berbagai poster amat menarik karena semuanya dipengaruhi seni pop yang mungkin tidak Anda harapkan untuk dilihat... ketimbang dipengaruhi apa yang disebut estetika sosialis-realis yang lumpen," kata Ahmad.

    Karya dari 33 orang seniman ini dapat dilihat dalam pamer Designed in Cuba: Cold War Graphics. Sebagian besar karya seni rupa ini tentang kaum perempuan dan tema-temanya paling bertahan lama.

    Ada satu poster tentang Guinea-Bissau yang memperlihatkan seorang perempuan memegang senapan karya artis Berta Abelenda Fernandez, "salah satu perempuan yang membuat beberapa rancangan paling ikonik untuk Ospaaal", kata Ahmad.

    An Ospaaal poster, entitled Day of Solidarity with the People of Guinea-Bissau and Cape Verde, 1968 showing a woman with a gun Berta Abelénda Fernández
    Ada satu poster tentang Guinea-Bissau yang memperlihatkan seorang perempuan memegang senapan karya Berta Abelenda Fernandez, 1968.

    Ciri khas karya Berta Abelenda Fernandez - kaum perempuan memegang senjata - menunjukkan bahwa kaum perempuan memegang peranan aktif sata itu.

    Dan keberadaan majalah Tricontinental memperlihatkan pula bahwa "cukup banyak kontribusi dari kaum perempuan dalam gerilya", kata Ahmad.

    The cover of the magazine Tricontinental 95 with the word Angola and a woman holding a machinegun Ospaaal
    Salah-satu gambar sampul penerbitan majalah Tricontinental pada 1995.

    Castro memainkan peran utama di Angola, di mana dia melihat peluang untuk menggunakan ciri khas solidaritas internasionalnya untuk membuat perbedaan dalam skala global.

    Menjelang kemerdekaan Angola dari Portugal pada 1975, Castro mengirim pasukan elit khusus dan 35.000 tentara untuk mendukung gerakan Marxis MPLA untuk menghentikan pasukan apartheid Afrika Selatan yang menyiapkan gerakan pro-AS untuk berkuasa.

    An Ospaaal entitled Day of Solidarity with Angola, 1972, with a patterned poster and face José Lucio Martínez Pedro
    Hari Solidaritas bagi Angola, 1972.

    Menurut Alex Vines dari lembaga Chatham House, diperkirakan setidaknya 4.300 orang Kuba dalam konflik di Afrika, dan setengahnya mati di Angola. Di negara ini, perang saudara belum berakhir hingga 2002.

    Poster-poster yang membawa pesan solidaritas terhadap para pejuang pembebasan ini "menggunakan metafora visual yang berani atau proposisi visual yang cukup sederhana", kata Ahmad.

    Mereka cenderung memberikan keterangan pada bagian bawah gambar, biasanya dalam empat bahasa - Inggris, Spanyol, Prancis dan Arab - "untuk membantu mereka menjadi lebih universal ketimbang dilihat di Kuba semata", katanya.

    An Ospaal poster called International Week of Solidarity with the Peoples of Africa, 1970, showing the word Africa breaking through barbed wire Gladys Acosta Ávila
    Pekan Internasional Solidaritas bagi rakyat Afrika, 1970.

    Operasi publikasi yang difasilitasi Ospaaal ini digelar dalam skala besar, yang ditandai penggunaan banyak kertas dan tinta.

    Olivio Martínez Viera, perancang yang aktif sejak dini di organisasi Ospaaal, mengatakan mereka acap kali kekurangan materi yang berarti, sehingga mereka harus bertindak cukup kreatif.

    An Ospaaal poster called Day of World Solidarity with the Struggle of the People of Mozambique, 1973, showing a dagger being pushed into a hand Olivio Martínez Viera
    Hari Solidaritas Dunia bagi Perjuangan Rakyat Mozambik, 1973.

    Viera "yang berbicara dengan penuh perhatian tentang masa itu, mengatakan Ospaaal menjadi tempat bereksperimen secara bebas untuk menciptakan metafora visual seperti dalam poster tentang Mozambik", berupa gambar belati yang menancap di tangan, kata Ahmad.

    Sebagian besar karya dalam Ospaaal diarahkan kepada perang melawan kekuasaan minoritas kulit putih di Afrika Selatan, yang belum berakhir sampai 1994 ketika pemimpin anti-apartheid Nelson Mandela terpilih sebagai presiden.

    An Ospaaal poster entitled Day of Solidarity with the People of South Africa, 1968, showing a stylised design of a warrior with a spear and shield Berta Abelénda Fernández
    Hari Solidaritas bagi Rakyat Afrika Selatan, 1968

    Karya Teishan Latner, Cuba Revolution in America memperlihatkan iklan satir tentang maskapai penerbangan Afrika Selatan yang dimuat dalam edisi Tricontinental Juli-Agustus 1968.

    Poster itu bertuliskan "liburan yang tak terlupakan di tanah APARTHEID, tempat orang Afrika dibantai, tempat di mana penjara dipenuhi patriot yang berperang melawan ras kulit putih, di mana ribuan orang kulit hitam bekerja sebagai budak di tambang emas, tempat bermil-mil tanah digunakan untuk kamp konsentrasi ".

    An Ospaaal poster entitled South Africa - Against Apartheid, 1982, showing a man with a bear chest and bleeding heart shaped like Africa Rafael Morante Boyerizo
    Afrika Selatan - Melawan Apartheid, 1982

    Setelah Mandela dipenjara oleh rezim apartheid pada 1964, memotret atau menerbitkan ulang foto Mandela di Afrika Selatan merupakan tindakan melawan hukum.

    Poster ini terbit pada 1989, setahun sebelum pembebasannya, setelah dirinya dipenjara 27 tahun.

    An Ospaaal poster entitled Nelson Mandela, 1989 with the words: "Symbol of the anti-apartheid struggle" Alberto Blanco González
    Nelson Mandela, 1989

    Para seniman yang membuat poster-poster itu sebagian besar bermarkas di Havana dan berusaha untuk memahami konteks politik yang seringkali menggunakan foto-foto pers, kata Ahmad.

    An Ospaaal poster entitled Namibia Will Win! 1977 showing the child crying and the image of a fighter in one tear Víctor Manuel Navarrete
    Namibia Bakal Menang! 1977

    "Karya mereka sangat menarik secara grafis ... mencoba bersimpati dengan semua pesan geopolitik ini. Saya pikir sebagian besar menjadi terkenal dan kemudian beberapa di antaranya dipertanyakan."

    Tidak selalu jelas apa yang menjadi dasar karya-karya poster yang menggunakan patung. "Saya pikir mereka pada dasarnya hanya mencoba menghubungkan perjuangan kontemporer dalam sejarah yang panjang," kata Ahmad.

    An Ospaaal poster entitled Day of Solidarity with Zimbabwe, 1969. showing a statue holding a gun Jesús Forjans Boade
    Hari Solidaritas bagi Zimbabwe, 1969

    Keberadaan organisasi Ospaaal telah dibubarkan pada tahun ini dengan alasan misi mereka telah berakhir.

    "Saya pikir konteks gerakan internasional itu telah benar-benar telah berubah, jadi Anda dapat memahami alasan pembubarannya," kata Ahmad.

    Bagaimanapun, tim kurator mengatakan karya-karya Ospaaal dan keragaman hasil karyanya sangatlah mengesankan. Karya-karya proster ini menunjukkan kemampuan organisasi itu merangkum pesan yang rumit dengan cara yang menarik.

    "Juga menarik untuk melihat apa yang pada dasarnya merupakan propaganda ini mengandung humor dan seringkali dipenuhi kesembronoan," katanya.

    An Ospaaal poster entitled Long Live Free Zimbabwe, 1980 showing a woman holding up a banner with that phrase Lázaro Abreu Padrón
    Long Live Free Zimbabwe, 1980

    Karya-karya poster ini milik The House of Illustration di London. Hak cipta: Ospaaal, Koleksi The Mike Stanfield.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.