Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Logo DW

Krisis Corona Belum Usai, India Evakuasi Ratusan Ribu Orang Akibat Topan Tauktae

Reporter

Editor

dw

image-gnews
Krisis Corona Belum Usai, India Evakuasi Ratusan Ribu Orang Akibat Topan Tauktae
Iklan

Topan terparah yang melanda India dalam lebih dari dua dekade menghantam pada Senin (17/5). Topan itu melanda India hanya beberapa jam setelah pihak berwenang mengamankan daerah di jalur badai dan menghentikan vaksinasi COVID-19 di satu negara bagian barat.

Lebih dari 200.000 orang diminta meninggalkan rumah mereka di negara bagian Gujarat, sementara pihak berwenang menutup beberapa pelabuhan dan menangguhkan vaksinasi COVID-19.

Baca Juga:

Topan Tauktae yang telah menewaskan sedikitnya belasan orang setelah menyapu Laut Arab, juga menghancurkan infrastruktur di negara bagian pesisir Kerala, Karnataka, Goa, dan Maharashtra. Sementara angin kencang dan hujan lebat yang menghantam kota pusat keuangan Mumbai, menyebabkan banjir.

Departemen Meteorologi India (IMD) melaporkan kecepatan angin hingga 133 kilometer per jam pada pukul 21.30 waktu setempat (1600 GMT).

'Amat sangat parah'

Sebelumnya pada Senin (17/5), IMD mengategorikannya sebagai badai yang "amat sangat parah," meningkatkannya dari kategori "sangat parah".

Baca Juga:

Menteri keuangan negara bagian Gujarat, Pankaj Kumar, mengatakan Tauktae menjadi "topan paling parah yang melanda Gujarat dalam setidaknya 20 tahun."

"Topan ini bisa dibandingkan dengan topan tahun 1998 yang melanda Kandla dan menimbulkan kerusakan parah," kata Kumar kepada Reuters.

Topan tahun 1998 yang melanda Gujarat menewaskan sedikitnya 4.000 orang dan menyebabkan kerugian ratusan juta dolar.

Badai di tengah gelombang virus mematikan

Topan Tauktae datang saat India sedang berjuang melawan gelombang besar infeksi COVID-19 yang menewaskan sedikitnya 4.000 orang setiap hari.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Otoritas kesehatan Gujarat kini terpaksa menangguhkan vaksinasi COVID-19 selama dua hari.

Menteri Utama negara bagian Gujarat, Vijay Rupani, meminta para pejabat untuk memastikan bahwa pasokan oksigen untuk rumah sakit tidak terganggu.

Menurut Kumar, 1.383 cadangan daya telah dipasang untuk memastikan rumah sakit yang terkena virus corona tidak menghadapi pemadaman listrik.

"Tiga puluh lima 'koridor hijau' juga telah dibuat untuk suplai oksigen ke rumah sakit yang merawat pasien COVID," ujarnya.

Otoritas Gujarat terus mengevakuasi ratusan ribu orang ke tempat penampungan sementara. Namun, hal ini memicu kekhawatiran atas peningkatan risiko penularan virus di tempat penampungan yang padat.

Sementara itu, Mumbai menutup bandaranya selama beberapa jam pada Senin (17/5) dan mendesak orang-orang untuk tetap tinggal di dalam rumah. Sehari sebelumnya, 580 pasien COVID-19 dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dari tiga rumah sakit yang dibangun secara darurat.

pkp/gtp (AP, Reuters, AFP)

Iklan

Berita Selanjutnya

1 Januari 1970



Artikel Terkait

    Berita terkait tidak ada



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Berita terkait tidak ada