Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Bisnis

Beli Saham Tol Cipali, Kanada Mulai Debut di Infrastruktur RI

Investasi Kanada di Lintas Marga Sedaya ini menandai debut perdananya di sektor infrastruktur Indonesia.

20 September 2019 | 14.06 WIB

Sejumlah kendaraan pemudik melintas di tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin, 3 Juni 2019. Korlantas Polri memperpanjang sistem jalur satu arah (one way) dari Jakarta hingga Semarang karena volume pemudik masih tinggi. ANTARA
Perbesar
Sejumlah kendaraan pemudik melintas di tol Cipali, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Senin, 3 Juni 2019. Korlantas Polri memperpanjang sistem jalur satu arah (one way) dari Jakarta hingga Semarang karena volume pemudik masih tinggi. ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Kanada, Canada Pensiun Plan Investment Board (CPPIB) dan PT Bhaskara Utama Sedaya mengakuisisi 55 persen saham PT Lintas Marga Sedaya (LMS) dari PLUS Expressway International Bhd, lini usaha internasional UEM Group Bhd. Adapun BUS merupakan anak usaha PT Astra Tol Nusantara yang bergerak di bidan infrastruktur dan memiliki 45 persen saham LMS, yang mengoperasikan Tol Cipali.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Investasi CPPIB di LMS ini menandai debut perdana pengelola dana pensiun Kanada itu di sektor infrastruktur Indonesia.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Berdasarkan keterangan resmi CPPIB yang dikutip Bisnis.com, Jumat 20 September 2019, akuisisi bersama saham LMS milik UEM membuat porsi saham BUS naik menjadi 55 persen, sedangkan CPPIB menguasai persen saham. Aksi akuisisi ini juga menandai akhir dari kiprah BUMN Malaysia, Khazanah, sebagai pemegang saham mayoritas di badan usaha pengelola jalan tol Cipali.

 

Transaksi jual beli saham diperkirakan rampung pada kuartal IV/2019. Transaksi akan bergantung pada syarat ketentuan yang disepakati dan juga persetujuan regulator.

Bila transaksi disetujui, portofolio Astra pada aset jalan tol tidak berubah. Panjang jalan tol yang dimiliki Astra mencapai 35 kilometer, terdiri dari enam ruas. Keenam ruas itu yakni Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, Kunciran–Serpong, Semarang–Solo, Jombang–Mojokerto, dan Surabaya–Mojokerto.

“Kami gembira berinvestasi di jalan tol Cipali bersama Astra Infra, mitra lokal yang punya pengetahuan luas dan berpengetahuan luas dan canggih. Kami berharap bisa menjalin hubungan jangka panjang yang baik antarkedua organisasi," jelas Scott Lawrence, Managing Director, Head of Infrastructure, CPPIB.

Scott menyatakan, akuisisi saham operator jalan tol Cikopo–Palimanan (Cipali) menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan infrastruktur, didukung oleh tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor yanf pesat.

"Sebagai investasi infrastruktur CPPIB pertama di Indonesia, ini memperdalam komitmen CPPIB di kawasan Asia-Pasifik serta fokus kami pada investasi di pasar baru dengan pengembalian yang menarik dan karakteristik risiko," jelas Suyi Kim, Senior Managing Director and Head of Asia Pacific, CPPIB.

Sejauh ini, CPPIB memiliki portofolio aset infrastruktur yang beragam melalui sembilan kantornya di seluruh dunia. Grup Infrastruktur CPPIB berfokus pada investasi skala besar yang berkualitas dengan mitra yang dapat diandalkan dan sepaham. Pada 30 Juni 2019, portofolio CPPIB di sektor infrastruktur bernilai 33,1 miliar dolar Kanada.

BISNIS

 
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus