Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Eny V. Pangabean mengatakan penggunaan non tunai mengalami pertumbuhan yang sangat menggembirakan. "Pertumbuhannya 71,7 persen pertumbuhan uang elektronik. Volumenya naik 217 persen. Memang retail kecil tapi sangat powerfull," kata Eny di Festival Cinta Non Tunai Cinta Rupiah resmi dibuka Pada Kamis, 19 November 2015, bertempat di FX Audirman.
Menurutnya, dengan meningkatnya nilai pertumbuhan nontunai, turut meningkatkan volume dan nominal transaksi. "Saat ini beredar 43 juta uang elektronik, volume transaksi 450 juta, nilai nominalnya 4,5 trilun rupiah," ujarnya.
Sejumlah 43 juta uang elektronik tersebut, kata dia, digunakan untuk berbagai kegiatan, di antaranya untuk parkir, membayar toll, dan membayar ragam moda transportasi.
Dalam rangka mendukung gerakan ini, Eny mengapresiasi perbankan sebagai fasilitator layanan. Sementara Bank Indonesia sebagai regulator memfokuskan pada 4 aspek, yakni perubahan budaya masyarakat menjadi non tunai, perluasan layanan non tunai, pengembangan infrastrutur, dan harmonisasi ketentuan.
Festival Cinta Non Tunai Cinta Rupiah ini diselenggarakan di FX Sudirman mulai 19-21 November 2015. Merupakan bagian dari Gerakan Nasional Non Tunai yang mulai dicanangkan sejak 14 Agustus 2014. Diikuti oleh 13 bank besar, yakni Mandiri, BNI, BRI, BCA, Danamon, Citi, Bank DKI, HSBC, CIMB Niaga, Permata, Muamalat, Maybank, Standart Chartered. Serta 2 perusahaan penukaran uang, DolarAsia dan Dimo.
Ke depannya, upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan dilakukan secara rutin untuk mengubah prilaku masyarakat dari tunai menjadi non tunai. pada kesempatan festival ini, empat bank besar seperti Bank DKI, BNI, Mandiri, BCA, dan BRI membuat desain khusus Gerakan Nasional Nontunai pada kartu e-cash mereka.
INGE KLARA SAFITRI
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini