Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ekonomi

Ini Alasan LRT Jabodebek Beroperasi Meski Belum Selesai 100 Persen

Proyek transportasi light rail transit atau LRT Jabodebek belum sepenuhnya rampung tapi akan tetap dioperasikan. Ini alasannya.

7 Juli 2023 | 09.05 WIB

Image of Tempo
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardojo memberikan update pembangunan proyek transportasi light rail transit (LRT). Menurut dia, hingga pekan lalu, pihaknya menyelesaikan 96,8 persen pekerjaan untuk kesiapan operasional. Dari progres tersebut, diperkirakan pengerjaan proyek tersebut belum akan mencapai 100 persen saat LRT resmi dioperasikan pada pertengahan Agustus mendatang.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Tentu kalau kita lihat sampai dengan nanti 18 Agustus pada saat kita beroperasi pasti belum 100 persen kita dapatkan,” ujar dia di Depo LRT Jabodebek, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 6 Juli 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Alasannya, karena masih ada beberapa pekerjaan yang tersisa, khususnya pada bagian sarana. Kuswardojo mengatakan, sarana ini LRT Jabodebek seharusnya sudah menerima 31 unit rangkaian kereta (train set), tapi baru 29 unit.  Dua unit sisanya ditargetkan akan dikirim ke Depo LRT Jabodebek pada akhir September 2023 oleh PT Industri Kereta Api (Perseri) atau PT INKA. 

Namun, dia menegaskan, dua rangkaian kereta yang belum diterima LRT Jabodebek itu tidak akan mengganggu operasional nanti.  Karena maksimal dalam satu hari yang akan dioperasikan hanya 27 rangkaian kereta termasuk pada periode peak. Dengan 27 rangkaian kereta itu, LRT Jabodebek akan mengoperasikan sebanyak 434 perjalanan dalam satu hari.

Soal tarif LRT Jabodebek, kata dia, masih dibahas dan belum diputuskan oleh Kementerian Perhubungan. Namun, pengelola LRT Jabodebek sudah mengusulkan dengan tarif dasar Rp 5.000 hingga tarif maksimal Rp 25 ribu, dengan rata-rata tarif Rp 12 ribu.

"Tarif 5 kilometer pertama kami mengusulkan di-range Rp 5.000-7.000. Itu usulan tarif dasarnya. Kemudian akan ada penambahan biaya per kilometer Rp 850 dan Rp 1.200. Makanya kita sama-sama tunggu dari kementerian seperti apa," kata dia. 

Menurut Kuswardojo, besaran tarif akan dipengaruhi besaran subsidi pemerintah kepada calon pengguna jasa LRT. Semakin besar subsidi yang diberikan, maka akan semakin murah tarifnya. 

LRT Jabodebek akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada 18 Agustus 2023, dan menjadi tanda operasional komersial kereta tersebut. Sebelum itu, pada 12 Juli 2023 akan dilakukan soft launching, di mana masyarakat bisa menjajal kereta dengan tarif Rp 1 secara terbatas hingga 15 Agustus 2023.

Moh. Khory Alfarizi

Moh. Khory Alfarizi

Menjadi wartawan Tempo sejak 2018 dan meliput isu teknologi, sains, olahraga hingga kriminalitas. Alumni Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, program studi akuntansi. Mengikuti program Kelas Khusus Jurnalisme Data Non-degree yang digelar AJI Indonesia pada 2023.

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus