Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Bisnis

Meski Tanpa Virus Corona, Ekonomi Cina Diprediksi Terus Turun

Tanpa virus corona pun, ekonomi Cina diprediksi terus melambat.

27 Januari 2020 | 18.59 WIB

Dua petugas berjaga di pintu masuk Forbidden City yang ditutup di Beijing, Cina, 25 Januari 2020. Tak hanya membatalkan perayaan Imlek, pemerintah Cina juga menutup sejumlah tempat wisata akibat virus Corona yang tengah menghantui tersebut. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
Perbesar
Dua petugas berjaga di pintu masuk Forbidden City yang ditutup di Beijing, Cina, 25 Januari 2020. Tak hanya membatalkan perayaan Imlek, pemerintah Cina juga menutup sejumlah tempat wisata akibat virus Corona yang tengah menghantui tersebut. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan, wabah virus corona yang meluas di Wuhan sepekan terakhir, bakal berdampak pada perekonomian Cina. Namun sebenarnya, tanpa virus corona pun, ekonomi Negara Tirai Bambu itu diprediksi akan terus melambat pada tahun mendatang.

"Cina itu memang ekpektasinya ke depan memang terus turunwalaupun pertumbuhannya tahun lalu itu cukup baik 6,1 persen. In line dengan ekspektasi global, memang ekspektasi ke depan itu Cina akan terus turun," kata dia di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.

Andry memprediksi, pertumbuhan ekonomi Cina pada tahun 2020 akan mengalami penurunan pada kisaran di bawah 6 persen. Sehingga ia berharap, negara Xi Jinping ini harus bisa menangani virus corona dalam waktu dekat, agar perekonomian tidak semakin anjlok. "Dan kalau cepat tertangani, menurut saya enggak berdampak signifikan terhadap outlook globalnya sendiri, terutama regionalnya."

Secara global, kata Andry, tahun ini banyak negara raksasa seperti Cina dan Amerika yang memangkas target pertumbuhan ekonominya. Hal itu menandakan bahwa ada tantangan cukup besar yang sedang menanti, sehingga dipastikan akan berdampak bagi negara-negara berkembang.

"Ini menandakan tantangan perlambatan ekonomi di negara maju dan Cina berdampak signifikan bagi negara emerging market seperti Indonesia," ujar dia,

Andry pun mengatakan, pertumbuhan ekonomi global, termasuk Cina, pada lima tahun mendatang tidak akan bertumbuh seagresif tahun-tahun sebelumnya. "Artinya memang dari sisi ekspor, dari sisi perdagangan internasional mmg itu masih punya tantangan dengan limited upsidenya tadi," ungkapnya.





Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus