Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Seleb

Emma Stone Mengubah Kecemasan Jadi Kekuatan dengan Berakting

Emma Stone mengalami kecemasan sejak usia 7 tahun

1 Februari 2024 | 22.40 WIB

Emma Stone, pemenang Desert Palm Achievement Award - Aktris untuk "Poor Things" berpose dengan penghargaannya di Penghargaan Film Festival Film Internasional Palm Springs Tahunan ke-35 di Palm Springs, California, AS, 4 Januari 2024. REUTERS/Mario Anzuoni
Perbesar
Emma Stone, pemenang Desert Palm Achievement Award - Aktris untuk "Poor Things" berpose dengan penghargaannya di Penghargaan Film Festival Film Internasional Palm Springs Tahunan ke-35 di Palm Springs, California, AS, 4 Januari 2024. REUTERS/Mario Anzuoni

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Emma Stone terbuka tentang kecemasan yang dialaminya sejak kecil. Dia mengatakan sempat merasa kesulitan menghadapi gangguan itu namun akhirnya berhasil menemukan cara untuk mengatasinya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Aktris Poor Things terbuka tentnag menceritakan mulai mengalami serangan panik saat berusia 7 tahun. Hal itu dipicu dari rasa ketakutan dipisahkan dari ibunya. Kemudian saat berusia 8 tahun dia mulai menjalani terapi untuk mengatask kecemasan. Saat itu dia mengalami ketakutan jika harus meninggalkan rumah, bahkan untuk sekolah.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Ini adalah usia yang sulit untuk dapat bernalar dengan diri sendiri, pada usia 7 atau 8 tahun, dan mengatakan pada diri sendiri bahwa hal-hal ini tidak benar.  … Sangat sulit untuk meyakinkan diriku sendiri sebaliknya,” ujarnya kepada  National Public Radio (NPR).

Mulai berakting untuk mengurangi kecemasan

Beruntung kondisinya mulai berubah saat mulai berakting di 11 tahun. Emma mengatakan berakting cara untuk dirinya fokus pada momen tanpa khawatir tentang apa yang terjadi sebelumnya atau apa yang akan terjadi nanti.

Pengalaman itu pun mengubah cara berpikir tentang kecemasan saat ini. Dia juga berharap orang yang mengalami hal sama dengan dirinya, bisa mengetahui cara mengatasi kecemasan. Seperti dirinya yang melihat kecemasan sebagai sebuah kekuatan, jika bisa mengendalikannya. 

“Hanya karena kita mungkin mengalami hal lucu yang terjadi di amigdala kita, dan respons melawan-atau-lari kita mungkin sedikit rusak dibandingkan dengan banyak orang, hal itu tidak berarti salah.  Itu tidak membuatnya menjadi buruk," wanita berusia 35 tahun itu.

Emma mengatakan kecemasan juga bisa digunakan untuk hal-hal yang produktif.  Dia mencontohkan kecemasan seperti bahan bakar roket, yang bisa dimanfaatkan sebagai energi untuk untuk melakukan banyak hal.

Selain itu, kecemasan juga membantunya memahami emosi karakter yang diperankannya dengan lebih baik. “Ada kecenderungan untuk ingin memahami cara orang-orang di sekitar Anda bekerja atau apa yang terjadi secara internal dengan mereka, hal ini sangat bagus untuk karakter," ujarnya.

PEOPLE

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus