Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Hukum

Insiden Polsek Ciracas, Polisi Militer Temukan Anggota TNI AU dan AL Terlibat

Polisi Militer TNI AD menemukan keterlibatan 7 orang TNI AL dan 1 orang TNI AU dalam insiden perusakan Polsek Ciracas.

3 September 2020 | 13.25 WIB

Anggota Polisi melintas di depan kantor Polsek Ciracas yang diserang dan dibakar orang tidak dikenal di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020. Markas Kepolisian Sektor Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, diserang sekelompok orang yang tidak dikenal, Sabtu (29/8) dini hari. Para penyerang merusak dan membakar sejumlah fasilitas milik petugas polisi, sampai saat ini motif penyerangan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Perbesar
Anggota Polisi melintas di depan kantor Polsek Ciracas yang diserang dan dibakar orang tidak dikenal di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020. Markas Kepolisian Sektor Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, diserang sekelompok orang yang tidak dikenal, Sabtu (29/8) dini hari. Para penyerang merusak dan membakar sejumlah fasilitas milik petugas polisi, sampai saat ini motif penyerangan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Polisi Militer TNI AD Mayor Jenderal Eddy Rate Muis menemukan indikasi kehadiran matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara di lokasi penyerangan Polsek Ciracas.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Hal itu membuat total jumlah terduga pelaku dan para saksi dari TNI bertambah, yakni dari Angkatan Darat sebanyak 51 orang, AL sebanyak 7 orang, dan 1 orang dari AU.

“Sampai saat ini baru kita temukan 8 dan terus akan kita kembangkan,” di Markas Pusat Polisi TNI AD pada hari Kamis, 3 September 2020.

Dia mengatakan Polisi Militer telah memeriksa alat-alat bukti yang berupa rekaman CCTV. Hal itu ditujukan untuk melihat secara jelas siapa saja yang berada di Tempat Kejadian Perkara, apa yang dilakukan oleh oknum prajurit, dan alat apa yang digunakan dalam penyerangan tersebut.

Selain itu, POM juga memperoleh alat bukti berupa handphone dari tenaga ahli untuk mengetahui materi apa yang dibicarakan sebelum dan sesudah kejadian di Polsek Ciracas.

“Puskom AD akan bekerja sama dengan Puskom TNI AU dan Puskom TNI AL untuk memeriksa prajurit-prajurit tersebut. Kita berharap agar kasus ini terbuka secara terang benderang,” ucapnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus