Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Kriminal

Polda DIY Tangkap Enam Influencer Diduga Promosi Judi Online, 3 Masih Pelajar dan Mahasiswa

Dari enam tersangka yang diduga promosikan judi online, tiga orang tidak ditahan karena statusnya pelajar dan mahasiswa.

2 Juli 2024 | 17.19 WIB

Ilustrasi Judi Online (Tempo)
Perbesar
Ilustrasi Judi Online (Tempo)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menangkap enam influencer platform media sosial yang diduga turut menerima jasa promosi atau endorse situs judi online.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Para influencer ini dibayar oleh bandar judi online sebesar Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta untuk setiap postingan di akun media sosial.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Besarnya bayaran yang mereka terima sesuai dengan jumlah pengikut akun media sosial para influencer ini," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY Komisaris Besar Polisi Idham Mahdi dalam keterangan pers di Yogyakarta Selasa, 2 Juli 2024.

Idham merinci, enam tersangka itu masing-masing berinisial GB (23) asal Bantul, AS (22) asal Sleman, MI (23) asal Kota Yogyakarta, LA (23) asap Kota Yogyakarta, MK (22) asal Jawa Tengah, dan KS (59) asal Kota Yogyakarta.

"Dari enam tersangka, tiga orang tidak kami tahan karena statusnya pelajar dan mahasiswa namun proses hukumnya tetap berlanjut," kata Idham yang menyebut para tersangka itu sudah beroperasi kurun dua bulan terakhir.

Para influencer ini mempromosikan judi online melalui platform Instagram, Facebook, hingga X. Namun mereka tak ada yang berhubungan langsung atau bertatap muka dengan bandar judi yang membayarnya. Semua transaksi dan komunikasi dilakukan secara daring.

"Jadi para influencer itu hanya bertugas mengendorse link judi online yang disediakan bandar, lalu mereka mencarikan para pemainnya, imbalan untuk mereka ditransfer tidak ketemu muka," ujarnya.

Para influencer judi online itu dijerat dengan Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 2 Undang-undang nomor 1 2024 tentang informasi dan transaksi elektronik. Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara. "Kami tetap melakukan pengejaran pada bandar karena influencer dan pihak yang bertransaksi dengan mereka ini tidak bertemu muka, hanya data dokumen elektronik," kata dia.

Clara Maria Tjandra Dewi

Clara Maria Tjandra Dewi

Lulus dari Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran pada 1996. Bergabung dengan Tempo pada 2001. Kini menulis untuk desk hukum dan kriminal yang mencakup isu hukum, kriminal dan perilaku.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus