Gerakan Anak Muda Menyambut MEA

Jum'at, 04 Desember 2015 | 00:00 WIB
Gerakan Anak Muda Menyambut MEA
Anak muda Indonesia bisa mempersiapkan diri untuk berani mengembangkan diri dan potensi.

INFO BISNIS - Akhir 2015 ini, Indonesia akan masuk era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebagai negara dengan ekonomi paling besar di ASEAN, dengan sekitar 40 persen dari produk domestik bruto ASEAN, Indonesia merupakan aktor penting dalam MEA. Untuk menghadapinya, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kesiapan sumber daya manusia kita untuk bersaing pada kancah internasional, khususnya generasi muda.



Sebagai satu langkah gerakan generasi muda, Sinergi Muda yang konsisten mewadahi beragam anak muda untuk dapat berkontribusi aktif bagi lingkungan sekitar menyelenggarakan Festival Indonesian Youth Conference 2015 (Festival IYC) pada 28 November 2015. Kegiatan yang telah memasuki tahun keenam penyelenggaraannya ini bertujuan mengajak anak muda Indonesia untuk bersama mempersiapkan diri, menggali potensi, serta peka terhadap kondisi di sekitarnya, setidaknya pada lingkungan terdekat mereka dalam menghadapi MEA.



Bertempat di Upper Room, Annex Building, Wisma Nusantara, Jakarta, Festival IYC menjadi wadah interaksi para anak muda dari beragam latar belakang, usia, dan minat. Tidak hanya itu, mereka saling berinteraksi dengan beragam komunitas anak muda, menyaksikan pemutaran film pendek karya anak muda yang telah dikurasi, serta malam pertunjukan dan kebudayaan yang diisi TEKO UI, Orkes Musik Pengantar Minum Racun (OM PMR), L’Alphalpha, CIOFF Indonesia, Kota Seni Suropati, dan V1mast.



“Lewat Festival IYC, kami ingin anak muda Indonesia mempersiapkan diri mereka untuk berani mengembangkan diri dan potensi. IYC ingin isu MEA menjadi suatu  hal yang akrab, dekat, serta ringan dibicarakan oleh semua kalangan, khususnya kalangan muda. Kita siap dipilih jadi tagline Festival IYC tahun ini agar pesan inti yang ingin kami sampaikan bisa diterima dengan mudah,” ujar Indra Nur Fatriansyah, Project Manager Festival IYC 2015.



Beragam komunitas anak muda, seniman muda, dan para pembicara, seperti Iwan Jaya Azis, Vivi Alatas, H.S. Dilon, Wisnu Nugoroho, Iman Usman, dan Pangeran Siahaan, turut berperan aktif. Mereka mampu menjadikan Festival IYC menjadi alternatif positif bagi para anak muda untuk berkumpul dan bersama mendapat pengetahuan serta berbagi pengalaman dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN.



Farhan, salah satu pembicara pada sesi Media & Jurnalisme, sangat mengapresiasi inisiatif para anak muda yang berupaya menyelenggarakan Festival IYC ini. “Kegiatan ini merupakan aksi positif sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh generasi muda. Dengan menghadirkan beragam topik seminar dari para pembicara yang ahli pada bidangnya, Festival IYC telah membantu para anak muda Indonesia belajar hal-hal yang mungkin tidak bisa didapatkan di tempat lain,” tutur Farhan. (*)

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan