Bandara Soekarno-Hatta Raih World Airport Awards

Kamis, 06 April 2017 | 14:55 WIB
Bandara Soekarno-Hatta Raih World Airport Awards
Bandara Soekarno-Hatta Meraih The World’s Most Improved Airport 2017

BUSINES UPDATE - Industri penerbangan Indonesia kembali berkibar di dunia internasional. Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditetapkan sebagai pemenang kategori The World’s Most Improved Airport 2017 dalam World Airport Awards yang diselenggarakan Skytrax. Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin secara resmi menerima penghargaan tersebut dari CEO Skytrax Edward Plaisted di Passenger Terminal EXPO, Amsterdam, Belanda, pada 14 Maret 2017 waktu setempat.



Sebagai pemenang dalam penghargaan tersebut, Bandara Soekarno-Hatta berada di peringkat pertama dan mampu melewati pencapaian Bandara Hamad Doha, Qatar, di peringkat kedua serta Bandara Houston, Amerika Serikat, di peringkat ketiga. Dengan pencapaian ini, peringkat Bandara Soekarno-Hatta di The World’s Top 100 Airport pun naik ke posisi ke-44 dari sebelumnya 63.



Para pemenang dalam penghargaan ini ditentukan berdasarkan The Skytrax World Airport Survey, yaitu survei independen terhadap 13,82 juta responden dari 105 negara yang dilakukan di 550 bandara seluruh dunia sejak Juli 2016 hingga Februari 2017. Survei ini mengevaluasi pengalaman wisatawan terhadap fasilitas dan produk bandara, mulai check-in, kedatangan, transit, belanja, keamanan dan imigrasi, hingga ke gate keberangkatan. 



Muhammad Awaluddin mengungkapkan kebanggaannya atas award tersebut. Pasalnya, acara yang diselenggarakan Skytrax itu merupakan salah satu yang paling prestisius di industri kebandarudaraan internasional. “Penghargaan ini kami persembahkan bagi Indonesia, industri penerbangan nasional, dan semua stakeholder yang telah mendukung kemajuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” katanya.



Selain itu, Awaluddin mengatakan penghargaan ini merupakan awal dari target yang lebih besar, juga sebagai pemicu untuk semakin meningkatkan prestasi. “Penghargaan dari Skytrax ini semakin memacu AP II berbuat lebih baik lagi dan menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara terbaik.”



Edward Plaisted juga mengucapkan selamat atas kesuksesan Bandara Soekarno-Hatta memenangi penghargaan terpenting di bidang kepuasan pelanggan ini. “Penghargaan ini menggarisbawahi seberapa besar upaya Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus melakukan peningkatan standar, di antaranya melalui Terminal 3,” ucapnya.



Tidak dimungkiri Terminal 3 merupakan salah satu faktor keberhasilan atas penghargaan tersebut. Meski saat ini baru melayani penerbangan domestik Garuda Indonesia, pada April 2017, AP II akan kembali mengoperasikan sebagian area Terminal 3 untuk penerbangan internasional Garuda Indonesia. Pada akhir tahun ini, seluruh area Terminal 3 ditargetkan dapat beroperasi sepenuhnya untuk melayani penerbangan domestik Garuda Indonesia dan semua penerbangan internasional.



Saat beroperasi penuh nanti, Terminal 3 secara resmi menjadi terminal penumpang pesawat terbesar dan terluas di Indonesia yang dapat menampung hingga 25 juta orang. AP II memperkirakan, pada tahun ini, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 60 juta orang.



Selain mengembangkan Terminal 3, AP II akan merevitalisasi Terminal 1 dan 2 serta mengembangkan infrastruktur lain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Rencananya akan terdapat berbagai fasilitas, seperti kereta antar-terminal atau skytrain, stasiun kereta bandara, cargo village, integrated building, east cross taxiway, dan runway ketiga.



“Semua infrastruktur di Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga akan didukung sistem teknologi informasi terbaru,” ujar Awaluddin. Hal tersebut, menurut dia, demi pelayanan kepada penumpang pesawat atau pelanggan, juga untuk efektivitas serta efisiensi operasional.



 



INFORIAL

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan