Penjualan Napoli Paramount Land Sukses

Jum'at, 07 April 2017 | 12:40 WIB
Penjualan Napoli Paramount Land Sukses
Penjualan Napoli Paramount Land Sukses

BUSINES UPDATE - Paramount Land sukses melakukan penjualan produk terbaru ‘Napoli’ di Gading Serpong. “Ini hunian dengan desain cantik  dan modern minimalis yang berada di kawasan kota  yang ramai dan dikelilingi fasilitas lengkap di Kota Gading Serpong,” ujar Managing Director Paramount Land Andreas Nawawi dalam acara press gathering ‘Napoli’ di Gading Serpong, 5 April lalu.



Dijelaskannya, berdasarkan prediksi para pakar properti, 2017 adalah merupakan momen pergerakan pasar properti di Indonesia, ketika minat kepada pasar properti mulai bergairah. Pangsa pasar yang paling menjanjikan saat ini yang harus dikelola dengan baik berasal dari kalangan muda (milenial). “Di sisi lain kami melihat kesadaran untuk membeli properti bagi generasi milenial yang kini berusia 27-37 tahun, masih belum menjadi kebutuhan pokok dalam hidup mereka. Sedangkan mereka merupakan pangsa terbesar dari angkatan kerja di Indonesia saat ini yang diperkirakan jumlahnya lebih dari 22,5 juta orang,” ujar Andreas.



Melihat kondisi tersebut, pihak Paramount tergerak untuk mengedukasi para generasi milenial ini akan pentingnya memiliki properti sejak dini dan tidak ada kata sulit untuk memiliki properti. Rumah adalah kebutuhan primer dan setiap orang berhak untuk mendapatkan rumah yang layak dan nyaman. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk memiliki rumah diantaranya,  memilih properti dengan program cicilan DP, jeli dalam mencari produk properti yang menawarkan kemudahan dalam pembayaran, membeli properti yang dekat dengan  sarana  transportasi  dan dilengkapi  fasilitas kota.



“Kami menghadirkan produk terbaru ‘Napoli’ di Gading Serpong dengan konsep rumah tumbuh dengan harga yang sangat kompetitif yaitu Rp 700 jutaan dengan jumlah unit sebanyak 187. Produk ini adalah yang pertama yang kami luncurkan tahun ini dan mendapat sambutan luar biasa dari konsumen,” ujarnya. 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan