Kolaborasi Dua Diva Indonesia Balas Ketulusan Ibu

Selasa, 16 Mei 2017 | 18:40 WIB
Kolaborasi Dua Diva Indonesia Balas Ketulusan Ibu

INFO BISNIS - Menyambut momen Ramadan, Pantene dan Downy sebagai brand yang sangat dekat dengan perempuan, khususnya ibu, mempersembahkan lagu Kasih Ibu yang dinyanyikan dua diva kenamaan Indonesia, Anggun C. Sasmi dan Andien. Lagu spesial ini sebagai ucapan terima kasih atas cinta ibu yang tak pernah habis dan permohonan maaf atas segala kesalahan yang telah dilakukan. Lagu ini juga sangat unik karena liriknya diciptakan dari pesan-pesan di media sosial dengan tagar #MaafIbu.



“Peranan ibu sangat penting bagi setiap kehidupan individu. Untuk Ramadan kali ini, kami ingin membalas kasih ibu yang begitu tulus melalui lagu Kasih Ibu yang liriknya diciptakan dengan sangat unik dari pesan-pesan di media sosial. Kami harapkan dengan diluncurkannya video lagu Kasih Ibu yang dibawakan oleh Anggun dan Andien ini dapat menginspirasi banyak orang untuk mengungkapkan maaf lahir batin kepada ibu tercintanya masing-masing dan membalas kasihnya yang begitu tulus,” ujar Stephan Sinisuka, Corporate Communication Manager P&G Indonesia.



Melihat sosok ibu, Anggun C. Sasmi mengungkapkan kasih ibu itu ada awalnya tapi tidak ada akhirnya. “Makanya pas dengar tentang proyek ini pertama kalinya aku langsung merasa ini proyek yang penting banget. Apalagi diluncurkan saat momen Ramadan, saat di mana keluarga menjadi yang utama, terutama ibu,” ujar Anggun.



“Sangat menarik dan menyentuh. Buat saya lagu Kasih Ibu merupakan lagu legendaris yang waktu SD menjadi theme song di sekolah. Ketika saya tumbuh besar dan menjadi seorang ibu, lagu ini jadi punya arti berbeda dengan yang dulu. Ketika diajak untuk terlibat, saya merasa jadi bisa ambil kesempatan untuk give back to my mom,” tutur Andien. Video klip Kasih Ibu akan tayang pada 18 Mei 2017 di media sosial YouTube Pantene Indonesia dan Downy Indonesia. (*)

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan