Menpora: Gali Potensi Pemuda untuk Hadapi MEA

Kamis, 18 Mei 2017 | 12:30 WIB
Menpora: Gali Potensi Pemuda untuk Hadapi MEA

INFO BISNIS - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, didampingi pelaksana tugas Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Faisal Abdullah, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tengah Yunan Lampasio, membuka pelatihan industri dan kemandirian ekonomi untuk pemuda di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Sulawesi Tengah, Senin malam, 15 Mei 2017. Pelatihan bertema "Mendorong Industrialisasi dan Kemandirian Ekonomi Guna Menghasilkan Pemuda Mandiri dan Berdaya Saing" ini, menurut Imam, sangat tepat menjadi bekal pemuda untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).



Era persaingan bebas dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN bukan sekadar wacana, tapi sudah jelas di depan mata sehingga menjadi tantangan bagi pemuda sebagai penerus bangsa. "Di era milenium dan MEA ini, saya tegaskan bahwa seluruh pemuda harus berani dan mampu menggali potensi diri sehingga masa depan bangsa, khususnya dalam persaingan ekonomi global, Indonesia bukan saja sahabat terbaik, tapi sekaligus pangsa pasar terbaik yang menjadi incaran banyak negara," kata Imam.



Untuk menjadi besar dalam industri atau hal apa pun tidak harus menunggu. "Mulailah dari hal terkecil yang dapat kalian perbuat. Dari yang kecil itu, jika dirawat dan dijaga, akan berbuah hasil besar di kemudian hari. Yakinlah para pemuda akan potensi kalian. Saya menunggu. Jangan sampai pelatihan berakhir begitu saja di tempat seindah ini, harus ada implementasi dan tularkan kepada pemuda-pemuda yang lain. Terus dan tetaplah berkarya untuk bangsa," ujarnya.



Adapun Faisal mengatakan Pelatihan Nasional Tenaga Kepemudaan Bidang Industrialisasi dan Kemandirian Ekonomi ini diikuti 300 peserta dari unsur-unsur OKP seluruh provinsi di Indonesia. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari pada 15-17 Mei 2017, serta menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Sedangkan Yunan menuturkan, "Kegiatan semacam ini memiliki nilai yang luar biasa bagi masyarakat Sulawesi Tengah pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Kami, pemerintah Sulawesi Tengah sangat mendukung," ucapnya.



Pembukaan pelatihan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada dua perwakilan, yaitu Rudy dari Sulawesi Selatan dan Rini dari tuan rumah, Sulawesi Tengah. Acara tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Bidang Tenaga dan Peningkatan Sumber Daya Pemuda Djunaidi dan Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad.



 



INFORIAL

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan