Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Olahraga

Kisah Kunlavut Vitidsarn Persembahkan Gelar Juara Dunia 2023 untuk Almarhum Pelatihnya

Atlet bulu tangkis Thailand, Kunlavut Vitidsarn, menjadi Juara Dunia 2023 setelah pertarungan sengit menghadapi Kodai Naraoka.

28 Agustus 2023 | 14.11 WIB

Atlet Thailand Kunlavut Vitidsarn usai memenangi laga final Kejuaraan Dunia BWF 2023. Doc. BWF.
Perbesar
Atlet Thailand Kunlavut Vitidsarn usai memenangi laga final Kejuaraan Dunia BWF 2023. Doc. BWF.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis Thailand, Kunlavut Vitidsarn, menjadi Juara Dunia 2023. Bertanding di Royal Arena, Kopenhagen, Denmark, pada Ahad, 27 Agustus 2023, ia berhasil mengalahkan wakil Jepang, Kodai Naraoka, pada pertarungan sengit tiga game yang berakhir dengan skor 19-21 21-18 21-7.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Atlet peringkat tiga dunia tersebut berhasil membayar kegagalan menjadi juara pada partai final edisi 2022. Keberhasilan Kunlavut membuat Thailand memiliki juara dunia tunggal putra dalam sejarah bulu tangkis mereka. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Capaian gelar menjadi perjalanan sulit Kunlavut. Kodai Naraoka, lawannya yang juga seangkatan ketika di level junior, memberinya ujian yang sangat berat dalam pertandingan yang berlangsung selama 109 menit. Ini menjadi salah satu pertandingan tunggal putra terlama yang pernah ada. 

Naraoka berhasil menunjukkan kemampuan bertahan yang menakjubkan sehingga Kunlavut harus bermain lebih sabar. Dia melakukannya. Kombinasi permainan berhasil membuat celah di bidang pertahanan Naraoka. Ketika berhasil, Kunlavut meningkatkan tempo permainan.

Beberapa poin Kunlavut di penghujung game kedua akhirnya menempatkan laga final milik Kunlavut. Naraoka kewalahan menjelang akhir laga. Kunlavut pun mengalahkannya dengan menunjukkan keberanian dan kesabaran yang luar biasa.

Setelah pertandingan dimenangkan, Kunlavut mendedikasikan medali emasnya kepada pelatih masa kecilnya yang telah meninggal dunia. Kepada pelatihnya, ia berjanji bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi juara dunia.

“Saya sangat senang, ini adalah impian saya sejak saya masih kecil. Ketika saya masih muda, saya berjanji kepada pelatih saya bahwa saya akan mendapatkan medali emas. Dia meninggal dunia, dan saya persembahkan medali emas ini untuknya," ujar Kunlavut.

Atlet berusia 22 tahun itu menambahkan, “Saya memiliki tiga target ketika saya masih muda – Olimpiade, Kejuaraan Dunia, dan All England. Sekarang saya telah mencapai salah satunya, jadi tersisa dua gelar."

“Saya harus bersiap untuk pertandingan panjang dengan Kodai. Kami tahu permainan satu sama lain karena kami sudah bermain sejak masa junior. Anda harus sangat sabar menghadapinya, dan itu sangat melelahkan, jadi saya tidak punya tenaga lagi untuk merayakannya,” ujar Kunlavut. 

Atlet Jepang Kodai Naraoka tergeletak saat bertanding menghadapi Kunlavut Vitidsarn di babak final Kejuaraan Dunia BWF 2023. Doc. BWF.

Arkhelaus Wisnu Triyogo

Arkhelaus Wisnu Triyogo

Lulus dari Universitas Indonesia program studi Indonesia pada 2014, ia bergabung bersama Tempo pada 2015. Sempat meliput politik dan hukum seputar Pemilu 2019, ia kini berfokus pada isu gaya hidup dan olahraga. Pada 2019, bersama Danang Firmanto, ia meraih ExCel Award, penghargaan untuk karya jurnalistik terbaik di bidang pemilu di kawasan ASEAN.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus