Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Ini cerita tersisa dari final Liga Europa 2024. Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, yang membawa timnya menjadi juara, menjadi viral karena cara berpakaiannya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Fans dibuat bingung dengan keputusan Gasperini untuk mengenakan jeans selama final Liga Europa pada Rabu malam. Timnya mendominasi final, menjadi juara dengan mengalahkan Bayer Leverkusen 3-0 di Dublin, Irlandia, tengah pekan ini.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selama dan sesudah laga final, Gasperini menjadi perhatian banyak netizen. Penyebabnya, pria berusia 66 tahun itu mengenakan celana jins biru tua dan jaket puffer dengan lencana Atalanta terpampang di atasnya untuk final. Pakain itu dia padukan dengan sepatu kets biru.
Gaya berpakaiannya terbilang tak biasa. Pelatih lain, terutama di Liga Inggris, biasa mengenakan jas. Pep Guardiola bahkan dikritik karena tidak mengenakan jas dan dasi pada final tahun lalu.
Kini para suporter terpecah mengenai apakah pakaian yang dikenakan Gaspirini akan cocok serta terlihat bagus.
Seorang penggemar tampak skeptis, menulis, "Tunggu, manajer Atalanta mengenakan jeans??? Ya maaf aku tidak menerima ini."
Warganet lain menulis, "Blue jeans untuk final Liga Europa. Hanya satu hari yang lain bagi Gian piero Gasperini."
"Apakah Gasperini manajer pertama yang memenangkan trofi Eropa dengan mengenakan jeans?" seorang warganet lain bertanya.
"Gian Piero Gasperini, dalam permainan terbesar dalam karier manajemennya memutuskan mengenakan jeans denim biru. Aku suka dia," cuit netizen lain.
"Seumur hidup saya belum pernah melihat seorang manajer sepak bola mengenakan jeans di pinggir lapangan Gasperini, pria yang luar biasa! Alasan lain untuk mencintai Atalanta," komentar yang lain.
Gaspirini telah bertugas di Atalanta selama delapan tahun dan telah memimpin tim dalam 385 pertandingan. Di final Liga Europa, ia membantu tim mengakhiri penantian 61 tahun untuk meraih gelar.
Setelah pertandingan, dia mengakui bahwa timnya telah menulis sejarah di Dublin. "Saya pikir kami menulis sejarah, juga karena cara kami memenangkannya. Sungguh luar biasa, kami mengalahkan Liverpool, Sporting yang memenangi kejuaraan."
"Saat kami menghadapi Liverpool, mereka berada di posisi pertama di Premier League. Dan sekarang menjadi juara Jerman. Menakjubkan. Para pemain luar biasa, penampilan yang mengesankan."
DAILY MAIL | MIRROR