Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Difabel

Siswi Difabel Di-bully di Sekolah Umum, Jangan Pindahkan ke SLB

Gubernur Ganjar Pranowo terkesan buru-buru akan memindahkan siswi difabel korban perisakan di SMP Muhammadiyah Butuh ke SLB.

24 Februari 2020 | 16.00 WIB

Ilustrasi perundungan. Sumber: www.dailymail.co.uk
Perbesar
Ilustrasi perundungan. Sumber: www.dailymail.co.uk

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memindahkan siswi difabel korban bullying di SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo, dinilai tidak tepat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Ketua Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan atau Perdik, Ishak Salim mengatakan langkah tersebut justru melestarikan stigma negatif terhadap difabel dan mengabaikan prinsip inklusivitas. "Itu menunjukkan alam pikir masyarakat terhadap difabel yang kerap dianggap sebagai insan sakit," kata Ishak Salim.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Padahal setiap anak didik difabel, menurut dia, memiliki kemampuan atau potensi yang mesti dikembangkan. Ishak Salim melanjutkan, pemerintah semestinya memberikan kesetaraaan terhadap penyandang disabilitas. Salah satu caranya, dengan membuka akses difabel ke fasilitas pendidikan umum dan memenuhi segala sesuatu yang dapat menunjang kapasitasnya.

"Saat difabel memilih mengenyam pendidikan di sekolah umum dan masuk dalam sistem pendidikan yang selama ini mengabaikan eksistensinya, maka pihak-pihak terkait baik kepala sekolah, guru, maupun para siswa didik lainnya harus beradaptasi," katanya. Infrastruktur pendidikan inklusif, menurut Ishak Salim, sudah mulai berkembang secara perlahan di berbagai tempat di Indonesia.

Dia menyanyangkan sikap Gubernur Ganjar Pranowo yang seperti terburu-buru dalam memberikan pernyataan akan memindahkan siswi difabel korban perisakan dari sekolah umum ke sekolah luar biasa. "Selama ini masyarakat mempraktikkan kesetaraan disabilitas di semua sektor penghidupan, patut disayangkan jika seorang gubernur berpikir sebaliknya," kata dia.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus