Suzuki Akan Pajang SV650X Neo Retro di Tokyo Motor Show

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki menyiapkan SV650X versi neo-retro pada Tokyo Motor Show 2017. Sumber: motorcycle.com

    Suzuki menyiapkan SV650X versi neo-retro pada Tokyo Motor Show 2017. Sumber: motorcycle.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Suzuki akan menghadirkan SV650X versi neo-retro dari motor V-Twin telanjang di Tokyo Motor Show. Suzuki mengatakan bahwa SV650X hanyalah sebuah konsep, dan merupakan upaya mengukur reaksi konsumen sebelum memutuskan akan masuk produksi.

    SV650X sebenarnya merupakan evolusi pada model konsep Sv650 Rally yang diperkenalkan tahun lalu di Tokyo. Konsep SV650X mengunakan fairing mini, lampu bulat, lampu kabut dan jok berkontur berlekuk.

    Baca: Suzuki Luncurkan Warna Baru Satria F150, Ini Targetnya

    Neo-retro ini tidak banyak berubah dari konsep Rally SV650 yang ditunjukkan pada tahun lalu. Justru ada sejumlah modifikasi SV650X yang dihilangkan, spion di ujung stang dan penutup jok pillion.

    "Konsep Rally SV650 menghasilkan banyak perhatian pada penampilan tahun lalu, dengan mesin bergaya retro yang terbukti sangat populer di kalangan pengendara," kata Paul de Lusignan, general manager Suzuki GB. "SV650X adalah evolusi dari konsep itu, dan menunjukkan bagaimana hal itu akan diterjemahkan ke mesin produksi. Saat ini kami belum bisa memastikan jadwal produksi. Kami pertama-tama akan menilai reaksi konsumen terhadap SV650X. "

    SV650X akan tampil pada debut di Tokyo Motor Show pada 27 Oktober. Namun ukuran sebenarnya adalah apakah Suzuki memiliki niat serius untuk memasukkan SV650X ke dalam produksi. “Apalagi jika motor tersebut juga diperlihatkan di EICMA pada minggu berikutnya di mana memiliki audiens yang jauh lebih besar.”

    MOTORCYCLE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.