Jumat, 16 November 2018

Nurdin Abdullah, Cagub Sulsel Pilihan PDIP dari Butta Towa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Pusat, Megawati Soekarno Putri mengumumkan  penunjukan  bakal calon Pemilu Daerah  Bakal Calon Gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah  Sudirman Sulaiman dalam penunjukan Bakal calon dari PDIP Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan Jakarta, 15 Oktober 2017. TEMPO/Amston Probel

    Ketua Umum PDI Perjuangan Pusat, Megawati Soekarno Putri mengumumkan penunjukan bakal calon Pemilu Daerah Bakal Calon Gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah Sudirman Sulaiman dalam penunjukan Bakal calon dari PDIP Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan Jakarta, 15 Oktober 2017. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan nama Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman untuk diusung pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan pada 2018 mendatang.

    Menurut Megawati pemilihan Sulawesi Selatan sebagai daerah pertama karena daerah ini bukan dari basis massa PDIP. "Ini aja dulu, supaya nanti mereka langsung tahu," ucap Megawati di Kantor DPP PDIP, Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng pada Ahad, 15 Oktober 2017.

    Nurdin Abdullah merupakan mantan Bupati Bantaeng, pada periode 2008-2013 dan juga periode 2013-2018. Nurdin Abdullah pernah mendapat penghargaan sebagai salah satu Tokoh Kepala Daerah teladan pilihan Tempo 2017.

    Nurdin Abdullah pertama kali dilantik sebagai Bupati Bantaeng pada 6 Agustus 2008. Saat itu ia dihadapkan pada masalah serius: tingginya angka kematian ibu dan anak karena penanganan yang terlambat. Menurut Nurdin, sebelum ia menjabat, ada 17-20 ribu kasus ibu-anak meninggal per tahun. Akar masalahnya adalah sulitnya akses kesehatan bagi penduduk yang tinggal di desa.

    Melihat tingginya angka itu, Nurdin mengajak dinas kesehatan, camat, dan lurah di Bantaeng berembuk. Saat itulah timbul pikiran untuk menghadirkan layanan kesehatan "jemput bola". Mulanya, kata Nurdin, ide layanan kesehatan ini terbentur anggaran.

    Baca juga: Ahok Ternyata Sempat Ajak Bupati Ini Jadi Wakilnya di Pilgub

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Banteng saat itu hanya Rp 829 miliar. Bahkan Bantaeng dulu termasuk 199 daerah tertinggal di Indonesia-pertumbuhan ekonominya hanya 4,7 persen per tahun. Nurdin lalu menyiasatinya dengan memanfaatkan mobil jenazah untuk menjemput pasien.

    Akhirnya Nurdin menghubungi kawan-kawan lamanya di Jepang. Pria 53 tahun ini memang memiliki ikatan yang cukup kuat dengan Negeri Sakura. Selama empat tahun, pada 1991-1994, Nurdin tinggal di Jepang. Ia mengambil gelar master dan doktoral bidang pertanian di Universitas Kyushu.

    Pada Desember 2009, mimpi bapak tiga anak ini terwujud. Ia meluncurkan Brigade Siaga Bantaeng alias layanan dokter ke rumah-rumah. Dari Jepang, Nurdin mendapat bantuan ambulans yang sudah dimodifikasi. Di dalamnya tersedia peralatan rawat jalan, bahkan memungkinkan untuk persalinan. Program ini mampu menekan tingkat kematian ibu-anak akibat kurang pelayanan hingga mencapai angka nol.

    Tak berhenti di sektor kesehatan, Nurdin yang kembali terpilih dalam pemilihan kepala daerah 2013 juga menggenjot pertumbuhan ekonomi Bantaeng. Ia mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya selama di Jepang untuk menyejahterakan masyarakat. Ada sekitar sepuluh terobosan dalam bidang pertanian dan peternakan di Bantaeng: dari mengembangkan bibit unggul pertanian, melahirkan Badan Usaha Milik Desa, inseminasi sapi, sampai sekadar pemanfaatan limbah pangan menjadi pakan ternak. "Ini hal-hal baru bagi masyarakat Bantaeng kala itu," ujar Nurdin.

    Baca juga: Bupati Bantaeng: RUU Pilkada Lukai Hati Rakyat

    Hasilnya cespleng. Nurdin sukses menggali potensi daerah tertua di Sulawesi Selatan-dalam bahasa Makassar, Bantaeng dijuluki Butta Towa alias daerah tertua-itu. Pada tahun pertama Nurdin menjabat, pertumbuhan ekonomi Bantaeng mulai naik menjadi 5,4 persen dan mencapai 8,9 persen pada 2012. Angka pengangguran menurun drastis dari 12,09 persen pada 2008 menjadi 3,75 persen pada 2012. Begitu pula angka kemiskinan, turun dari 12,12 persen menjadi 5,89 persen.

    Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan Subhan Djoer mengakui keunggulan Nurdin Abdullah dalam membangun Kabupaten Bantaeng. "Bantaeng awalnya kabupaten tertinggal, sekarang menjadi termaju di Sulawesi Selatan," kata Subhan, akhir Januari lalu. "Kabupaten lain bisa mencontoh pembangunan di sana."

    Subhan mengatakan pembangunan di Bantaeng sayangnya hanya berfokus pada infrastruktur sehingga mengesampingkan tata kelola pemerintahan. Menurut dia, masih banyak pelayanan yang tak sesuai dengan standar sehingga Ombudsman memberikan rapor kuning.

    TIM TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?