Rabu, 21 November 2018

Libur Natal dan Tahun Baru, Hotel di Bandung Habis

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Dr. Djunjunan, Bandung, 22 Desember 2017. Jelang liburan Natal dan Tahun Baru, Kota Bandung yang menjadi tujuan wisata mulai dipadati oleh kendaraan dari luar kota. ANTARA

    Ratusan kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Dr. Djunjunan, Bandung, 22 Desember 2017. Jelang liburan Natal dan Tahun Baru, Kota Bandung yang menjadi tujuan wisata mulai dipadati oleh kendaraan dari luar kota. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mencatat, tingkat okupansi hotel saat libur Natal dan Tahun Baru 2018 sudah mencapai 100 persen.

    "Sejak sepekan terakhir ini okupansi hotel meningkat, bahkan sudah mencapai 100 persen," ujar Kadisbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari, saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin, 25 Desember 2017.

    Baca juga: Lewat Tol Soroja, Kawasan Wisata Bandung Selatan Ini Jadi Dekat

    Kenny mengatakan, data tersebut berdasarkan laporan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang masuk kepada jajarannya. Kenaikan ini menjadi angin segar bagi pengusaha maupun pemerintah, terlebih pada bulan-bulan sebelumnya okupansi hotel menurun.

    Pada libur Natal dan Tahun Baru 2018 kali ini, sekitar 400 hotel yang ada di Kota Bandung, baik berbintang maupun melati, sudah terisi penuh oleh wisatawan. "Sekarang mungkin liburnya satu minggu apalagi ditambah ada long weekend. Semoga (kenaikan) okupansi ini terus-menerus," katanya.

    Ia menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan dalam maupun luar negeri ke Kota Bandung, meningkat. Pada 2016, jumlah kunjungan tercatat 6,9 juta wisatawan. Sementara tahun ini, sudah menyentuh angka hampir tujuh juta belum ditambah saat kenaikan di libur Natal dan Tahun Baru 2018.

    "Jumlah wisatawan diperkirakan meningkat, angka realnya diprediksi delapan persenan. Kenaikan itu kita bisa lihat dari okupansi hotel di Bandung yang meningkat," kata dia. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.