Ekspor Loyo, Ketua Kadin: Terlalu Andalkan Komoditas

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan Roeslani, mengatakan, loyonya ekspor Indonesia seperti dikatakan Presiden Jokowi, dikarenakan ketergantungan pada komoditas, yakni minyak kelapa sawit dan batu bara.

    "Jika hanya mengandalkan komoditas, begitu harga komoditas naik, ekspor kita tinggi dan ketika harganya rendah ekspornya jadi jatuh dan perekonomian kita turun," kata Rosan di Jakarta, Jumat, 2 Februari 2018.

    Baca juga: Ketika Suara Jokowi Meninggi Persoalkan Ekspor dan Perdagangan

    Rosan mengatakan, negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand produk ekspor komoditasnya jauh lebih sedikit. Alhasil, ketika harga komoditas dunia turun, ekonomi mereka lebih stabil.

    Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga mengatakan bahwa ekspor Indonesia masih tergantung komoditas, yakni minyak kelapa sawit dan batubara. "Saya melaporkan kepada presiden sebelumnya juga bahwa komoditas ekspor kita sangat tergantung dari sawit dan batubara," ujar Enggar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 2 Februari 2018.

    Selain itu, Rosan Roeslani juga mengatakan, kendala lain adalah suku bunga yang lebih tinggi daripada negara-negara lain di kawasan ASEAN. Indonesia pun harus coba meningkatkan manufaktur dengan mengurangi ketergantungan pada barang baku impor.

    "PR-nya banyak tidak bisa dibangun dalam waktu singkat," kata Rosan. Ia pun berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo karena telah melakukan 'wake up calling kepada seluruh kementerian dan lembaga agar bisa terus memperbaiki semua sisi kebijakan.

    Rabu, 31 Januari 2018, Presiden Joko Widodo mengatakan, dirinya tidak puas dengan kinerja ekspor Indonesia selama ini. Ia meminta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengevaluasi upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai perdagangan tersebut.

    Jokowi membandingkan nilai ekspor Indonesia yang tertinggal dibanding negara tetangga di ASEAN. Nilai ekspor Indonesia pada tahun lalu sebesar US$ 145 miliar, masih kalah dengan Thailand yang ekspornya mencapai US$ 231 miliar, Malaysia US$ 184 miliar dan Vietnam US$ 160 miliar. "Negara sebesar ini kalah dengan Thailand," kata Jokowi.


  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.