Kantor Moeldoko, Bekas Ruangan Soeharto dan Berkaca Anti Peluru

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko bertemu dengan para pegiat media sosial dan influencer di Gedung Bina Graha, Jakarta, 6 Februari 2018. Foto: Humas KSP

    Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko bertemu dengan para pegiat media sosial dan influencer di Gedung Bina Graha, Jakarta, 6 Februari 2018. Foto: Humas KSP

    TEMPO.CO, Jakarta - Jenderal Purnawirawan Moeldoko yang memimpin kantor staf kepresidenan di Pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi berkantor di bekas ruang kerja Presiden Soeharto. Ruang kerja itu dilengkapi kamar tidur dan kaca anti peluru.

    Kehadiran Moeldoko di Istana mengubah aktivitas di kantor yang sebelumnya dikepalai oleh Teten Masduki itu. Setiap pukul 06.30, mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia itu sudah datang dengan iringan raungan vorijder di kawasan Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. "Gaya gue begini, ha-ha-ha…," ujarnya seperti dikutip Majalah Tempo edisi 4 Maret 2018.

    Baca juga: Amerika Cabut Embargo Kopassus, Moeldoko: Hubungan Sudah Membaik

    Dalam wawancara khusus dengan Tempo itu, Moeldoko bercerita tentang mengapa ia ditunjuk Presiden Jokowi menjadi kepala staf kepresidenan. "Saya melihat dari sisi ringan, humanis, saja. Mungkin karena dulu Pak Jokowi pernah bersama saya sembilan bulan (mulai Jokowi menjabat pada Oktober 2014 sampai akhir masa jabatan Moeldoko sebagai Panglima TNI, 8 Juli 2015). Mungkin juga karena saya orang yang romantis. Sebagai panglima, pada saat-saat tertentu punya rasa yang halus, ha-ha-ha…," ujarnya tergelak.

    Moeldoko mengatakan tak ada instruksi yang spesifik saat ditunjuk sebagai kepala staf kepresidenan oleh Jokowi. "Begini, tentara memiliki keunggulan, yaitu kesetiaan. Kesetiaan kepada siapa? Yang paling tinggi kepada negara. Di dalam negara, ada kepala negara," ujarnya.

    Baca juga: Usai Bertemu Moeldoko, Kartini Kendeng Hentikan Aksi di Istana

    Mantan Pangdam Siliwangi ini membantah kehadirannya di istana adalah untuk penguatan Jokowi menjelang Pemilihan Presiden 2019. "Bicara isu-isu itu bikin blenger-lah. Sejak selesai jadi Panglima TNI, saya betul-betul menikmati apa yang saya lakukan."

    Selengkapnya baca di sini

    WIDIARSI AGUSTINA|ARIF ZULKIFLI|REZA MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.