abc

Perempuan Australia Ditembak Polisi Amerika di Minneapolis

17 Jul 2017 | 16:53 WIB

Perempuan Australia Ditembak Polisi Amerika di Minneapolis

Penembakan seorang perempuan Australia oleh polisi AS telah menimbulkan kekhawatiran serius setelah terungkap bahwa petugas polisi tak menyalakan kamera di tubuh mereka.

Justine Damond, berusia 40 tahun, ditembak mati di Minneapolis sekitar pukul 11.30 malam waktu setempat pada hari Sabtu (15/7/2017) setelah dua petugas merespon sebuah laporan tentang kemungkinan adanya serangan.

Damond, yang berasal dari Sydney dan juga dikenal sebagai Justine Ruszczyk, bersekolah di Manly High School dan lulus dari Universitas Sydney dengan gelar Sarjana Kedokteran Hewan pada tahun 2002.

Menurut profil di akun LinkedIn-nya, instruktur yoga bersertifikasi ini telah bekerja selama tiga tahun terakhir sebagai pelatih kesehatan dan kehidupan pribadi dan seorang guru meditasi.

Ia bertunangan dengan Don Damond, warga lokal Minneapolis, dan mereka sedianya menikah bulan depan.

Anak tirinya yakni Zach Damond, 22 tahun, mengatakan bahwa ia menelepon polisi setelah mendengar keributan di lorong dekat rumah mereka, di pinggiran kota Fulton.

"Pada satu titik, petugas menembakkan senjatanya, menabrak seorang perempuan," kata departemen kepolisian setempat.

"Sejumlah petugas dikirim. Ketika petugas merespon, sebuah penembakan yang melibatkan petugas-pun terjadi, yang mengakibatkan satu korban perempuan dewasa yang meninggal dan telah membuat kami memberikan keterangan ke BCA [Biro Interogasi Kriminal].

"Kini, BCA akan melakukan penyelidikan ini, penembakan yang melibatkan petugas ini, mulai sekarang."

Walikota Minneapolis, Betsy Hodges, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia "merasa sakit hati dan sangat terganggu oleh kejadian tersebut".

"Saya mencari jawaban atas pertanyaan yang kita semua ajukan, dan akan memastikan agar komunikasi terus berjalan," ujar Hodges.

Ia mengatakan bahwa dirinya mengerti bahwa kamera di tubuh polisi dan kamera tim polisi, yang diperkenalkan ke Departemen Kepolisian Minneapolis tahun lalu, tidak diaktifkan saat penembakan tersebut terjadi.

Kedua petugas yang terlibat telah diberikan cuti administrasi berbayar, yang merupakan prosedur standar.

seorang perempuan menggambar bentuk hati dengan kapur warna-warni
Pada hari Minggu (16/7/2017), seorang perempuan menggambar bentuk hati dengan kapur warna-warni di jalan setapak dekat lokasi penembakan Damond.

The Star Tribune: Phat Pheifer

Kerabat bersedih

Sebuah aksi massa yang diselenggarakan oleh aktivis lokal, Mel Reeves, diadakan di lokasi penembakan tersebut, sementara anggota masyarakat lainnya berkumpul untuk melakukan doa bersama di lingkungan tempat tinggal Damond.

Media lokal mengatakan bahwa para tetangga bingung terhadap apa yang terjadi.

Zach Damond berbicara di acara doa bersama meminta lebih banyak informasi dan transparansi dari pihak berwenang.

"Pada dasarnya, ibu saya meninggal karena seorang petugas polisi menembaknya karena alasan yang tak saya ketahui, dan saya menuntut jawaban," kata Zach Damond.

"Saya hanya tahu bahwa ia mendengar suara di lorong sehingga ia menelepon polisi, dan polisi muncul. Dan mungkin ia ... mengira ada sesuatu yang buruk yang terjadi dan kemudian hal berikutnya, mereka merenggut hidup teman terbaik saya,” jelasnya.

"Saya lelah dengan semua kekerasan ini, ini begitu penuh omong kosong. Amerika menyebalkan, polisi ini perlu dilatih secara berbeda dan saya harus pindah dari sini."

Keluarga Damond mengatakan bahwa mereka mencoba menyesuaikan diri dengan apa yang terjadi dan meminta agar privasi mereka dihargai.

"Ini adalah saat yang sangat sulit bagi keluarga kami. Kami mencoba untuk menyesuaikan diri dengan tragedi ini dan untuk memahami mengapa hal ini terjadi," keluarga Ruszczyk mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).

Seorang perempuan bernama Bethany, pembicara lain di acara doa Bersama, yang mengaku sebagai teman Justine Damond, menggambarkan sosok perempuan ini sebagai "cahaya yang indah".

"Ia adalah seorang penyembuh. Ia dicintai. Ia seharusnya hidup. Ia seharusnya masih di sini," tuturnya.

Tim TKP BCA Minnesota mengunjungi lokasi.
Tim TKP BCA Minnesota mengunjungi lokasi.

The Star Tribune: Richard Tsong-Taatarii

Jalani kehidupan baru

Presiden Komunitas Bersatu Melawan Brutalitas Polisi, Michelle Gross, mengatakan bahwa Justine Damond "kehilangan nyawanya sebagai seorang warga yang baik".

Alison Monaghan, yang melatih Justine Damond dalam beberapa terapi alternatif, menggambarkannya sebagai "sosok yang terbaik" yang "selalu berbagi kepada orang lain".

Monaghan mengatakan, Justine Damond yang "bersemangat" pindah ke Amerika Serikat untuk "mengikuti kata hatinya" dan menjalani "kehidupan baru".

Dalam profilnya di dunia maya, Justine Damond berkata, "Saya percaya bahwa tidak ada yang lebih penting daripada setiap individu, dan setiap organisasi sebagai komunitas kolektif, untuk mendapatkan pemahaman mendalam dan praktis tentang bagaimana otak mereka bekerja, dan bagaimana penguasaan pikiran yang baru ini bisa mengubah individu, masyarakat kolektif dan budaya perusahaan."

DFAT mengatakan bahwa pihaknya memberikan bantuan konsuler kepada keluarga Damond.

Penembakan tersebut telah membuka kembali keretakan yang dalam antara anggota masyarakat dengan pihak berwenang, mengingat satu tahun berlalu setelah penembakan pria Minneapolis, Philando Castile, terjadi oleh petugas polisi bernama Jean Jeronimo Yanez.

Sebuah video yang berisi penembakan tahun lalu diunggah ke Facebook.

Ini menunjukkan seorang perempuan tengah berinteraksi dengan seorang petugas bersenjata di saat seorang pria yang terluka parah terbaring di jalan setapak.

Masyarakat setempat terbelenggu setelah Yanez dibebaskan dari semua tuduhan tepat satu bulan yang lalu dan dipecat oleh Kota Saint Anthony.

Leslie Redmond, wakil presiden untuk NAACP (Asosiasi Nasional untuk Kemajuan Warga Kulit Berwarna) Minneapolis, telah mendesak dilakukannya penyelidikan federal mengenai penembakan terakhir ini.

"Saya terkejut dan kaget dengan terbatasnya informasi yang tersedia saat ini. Apa yang mereka tutupi?" tanyanya.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterbitkan: 16:50 WIB 17/07/2017 oleh Nurina Savitri.

Lihat Artikelnya di Australia Plus