Natal dan Tahun Baru, Prioritas Amankan Jakarta dan Bali

Jum'at, 23 Desember 2016 | 13:33 WIB

Natal dan Tahun Baru, Prioritas Amankan Jakarta dan Bali
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) memberikan pengarahan kepada unit "Brimob" sambil memeriksa pasukan saat apel pengamanan menjelang Natal dan perayaan Tahun Baru di Monumen Nasional di Jakarta, 22 Desember 2016. AP/Dita Alangkara

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 155 ribu personel akan terlibat dalam Operasi Lilin untuk mengamankan perayaan Natal dan tahun baru mendatang. Mereka terdiri atas polisi, tentara, anggota Satpol PP, Linmas, serta petugas dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan. Secara khusus, operasi ini mengantisipasi ancaman teror di Jakarta dan Bali.

“Jakarta dan Bali itu target-target tradisional teroris,” kata Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian setelah rapat kabinet terbatas di Istana Kepresidenan, Kamis 22 Desember 2016. Dalam dua pekan terakhir, Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Polri menangkap 21 terduga teroris di sejumlah daerah. Mereka dicurigai punya hubungan dengan jaringan Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara bentukan Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim.

Tujuh di antaranya ditangkap pada Rabu, 21 Desember 2016, di daerah Tangerang Selatan, Banten; Deli Serdang, Sumatera Utara; dan Payakumbuh, Sumatera Barat. Mereka tengah mempersiapkan calon pelaku bom bunuh diri dengan sasaran Istana Negara, Jakarta, dan Bali.

Meski Jakarta dan Bali jadi prioritas, Tito menekankan pengamanan di wilayah lain tidak akan kendur. Daerah di luar Jawa yang pengamanannya diperketat adalah Bima, Nusa Tenggara Barat; Deli Serdang, Sumatera Utara; Payakumbuh, Sumatera Barat; dan Batam.

Sejumlah sel teroris diketahui pernah beroperasi di daerah-daerah tersebut. Aparat keamanan juga mewaspadai serangan teroris tunggal. Kendati demikian, Tito meminta masyarakat tidak panik. “Jajaran intelijen bekerja keras akhir tahun ini. Kami jamin akhir tahun ini aman,” ujar dia.

Saat membuka rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jokowi meminta TNI membantu polisi. “Saya mengundang juga Pangdam Jaya (Mayor Jenderal TNI Teddy Lhaksmana) dan Kapolda Metro Jaya (Inspektur Jenderal M. Iriawan) mengenai hal yang sama karena memang hal yang berkaitan dengan keamanan dan terorisme itu penting," ujarnya.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan akan menyiagakan sepertiga kekuatan TNI. Meskipun demikian, yang terlibat langsung dalam operasi lilin hanya 15 ribu personel. TNI juga memasok informasi intelijen kepada polisi. "Pokoknya, apa pun yang Polri butuhkan, kami siapkan," ujar Gatot.

Juru bicara Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Jerry Sumampouw, mengatakan perayaan Natal akan berlangsung seperti biasa. “Umat Kristiani percaya kepada pemerintah dan kepolisian,” katanya

YOHANES PASKALIS l AMINUDIN AS l ISTMAN MUSAHARUN l FRANSISCO | KODRAT

Berita lainnya:

Kapolda Metro Jaya: Jangan Coba-coba Sweeping!
Cicit Cut Meutia: Jangan Persoalkan Jilbab Nenek Saya

Ini Klub dan Atlet Eropa yang Ikut Demam 'Om Telolet Om'

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan