Debat Cagub DKI: Tiga Isu untuk Agus, Ahok, dan Anies  

Senin, 09 Januari 2017 | 10:04 WIB

Debat Cagub DKI: Tiga Isu untuk Agus, Ahok, dan Anies  
Tiga pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menunjukan nomor urut saat rapat pleno pengundian nomor urut calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI di Jakarta, 25 Oktober 2016. Pasangan Agus-Sylvi mendapatkan nomor urut 1, Ahok-Djarot mendapatkan nomor urut 2 dan Anies-Sandiaga mendapatkan nomor urut 3. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Jakarta mempersiapkan materi untuk debat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Debat pertama—dari tiga agenda debat hingga Februari mendatang—akan dilakukan pada Jumat mendatang di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. "Masih kami siapkan materi debat bersama tim panelis. Akan segera selesai," ujar Ketua Pemilihan Umum Jakarta Sumarno, Jumat 6 Januari 2017.

Debat kandidat merupakan rangkaian dari masa kampanye yang harus dijalani oleh ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ketiga pasangan tersebut adalah Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Komisi Pemilihan Umum Jakarta, kata Sumarno, telah membentuk tim panelis yang terdiri atas sejumlah pakar untuk debat yang pertama ini. Tapi dia masih enggan memberi tahu siapa saja para panelisnya. Panelis ini yang akan menyusun pertanyaan untuk setiap debat para pasangan calon.

Sumarno mengatakan debat Jumat nanti akan mengangkat tiga isu, yakni sosial-ekonomi, pendidikan-kesehatan, dan lingkungan-transportasi. Setiap pasangan calon, kata Sumarno, akan diberikan pertanyaan terkait dengan isu tersebut. "Misalnya, tema pendidikan dan kesehatan itu sejauh mana pendidikan dan berobat bisa terjangkau oleh masyarakat," kata Sumarno.

Sedangkan untuk sosial-ekonomi meliputi isu-isu lapangan pekerjaan, kemiskinan, serta keamanan dan kenyamanan masyarakat. Adapun pertanyaan di bidang lingkungan-transportasi terkait dengan pengelolaan sampah, tata ruang, kemacetan, dan transportasi publik.

Sumarno menilai debat kandidat bisa membawa pengaruh yang besar terhadap para pemilih yang belum menentukan pilihan. Lewat debat, kata dia, pemilih bisa mengetahui sejauh mana kualitas dan gagasan para pasangan calon dalam membangun Jakarta. "Biasanya mereka akan banyak dipengaruhi ketika melihat debat kandidat," kata dia.

Guru besar psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengungkap manfaat debat yang senada. Masyarakat yang belum memantapkan pilihan (undecided voter), kata dia, “Menunggu debat untuk menentukan memilih pasangan yang mana." Sedangkan mereka yang sudah menetapkan pilihannya hanya akan menyaring informasi untuk menguatkan pilihannya.

Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menekankan kesiapan setiap pasangan calon untuk bisa memanfaatkan debat. "Kesiapan dari segala aspek, dari program sampai menjawab pertanyaan dalam debat," kata dia.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarifuddin Hasan, mengatakan pasangan calon Agus-Sylvi sudah siap menghadapi debat yang akan digelar KPU. Mereka memutuskan tak terlibat dalam debat-debat pendahuluan yang pernah dilakukan di luar agenda KPU. “Agus-Sylviana nanti akan saling mengisi satu sama lain dalam menjawab pertanyaan,” kata Syarifuddin.

Sekretaris tim pemenangan Anies-Sandiaga, Syarif, pun yakin pasangan yang diusungnya bisa menjawab pertanyaan dengan baik. Keduanya disebutnya tak gentar menghadapi pasangan inkumben dalam debat. "Penggusuran itu menyakiti hati masyarakat. Apakah kehidupannya lebih baik ketika pindah ke rusun," kata Syarif.

Sekretaris tim pemenangan Basuki-Djarot, Ace Hasan Syadzily, mengaku tak membuat persiapan khusus untuk menghadapi debat. "Pak Ahok kan inkumben, jadi sudah pahamlah persoalan yang ada di Jakarta ini," kata Ace.

DEVY ERNIS | VINDRY FLORENTIN

Berita lainnya:

INVESTIGASI: Budak Indonesia di Kapal Taiwan

Unik, Jokowi Kunjungan Kerja Pakai Jas, Dasi, dan Sarung

Sidang Penistaan Agama, Ahok Pasrahkan Nasibnya pada Hakim

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan