Jumat, 22 September 2017

Pernyataan Ahok Menuai Protes  

Kamis, 02 Februari 2017 | 18:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menyampaikan klarifikasi terkait kesaksian Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin, pada persidangan 31 Januari 2017 di PN Jakarta Utara, yang digelar di auditorium Kementerian Pertanian. ISTIMEWA

Gubernur DKI Jakarta Nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menyampaikan klarifikasi terkait kesaksian Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin, pada persidangan 31 Januari 2017 di PN Jakarta Utara, yang digelar di auditorium Kementerian Pertanian. ISTIMEWA.

TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang akan mempersoalkan kesaksian Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin ke ranah hukum memantik reaksi sejumlah pihak. Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan siap menggerakkan kader Ansor untuk membela Ma’ruf.

Menurut Yaqut, pernyataan Ma’ruf dalam persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Ahok pada Selasa lalu itu sudah tepat. “Sudah sesuai, baik sebagai fuqaha, Rais Aam PBNU, maupun sebagai Ketua Umum MUI," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu, 1 Februari 2017.

Artikel terkait:
SBY Benarkan Menelepon Ma`ruf Amin, Bicarakan Agus-Sylvi

Ini Kata Pengacara Ahok Soal Bukti Percakapan Ma'ruf dan SBY

Soal Dugaan Saksi Palsu, Ahok Diminta Tak Tuntut Ma'ruf Amin


Dalam persidangan Selasa lalu, Ahok mempersoalkan kesaksian Ma’ruf yang dianggapnya tidak obyektif dan cenderung memojokkan dirinya. “Saya keberatan Saudara Saksi menuduh saya menghina ulama,” ujar Ahok.

Ahok juga menuding Ma’ruf telah berafiliasi dengan Agus Harimurti Yudhoyono yang merupakan lawan politiknya dalam pilkada 2017. Ia mengaku memiliki bukti komunikasi antara Ma’ruf dan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, pada Oktober lalu. “Kami akan proses secara hukum.”

Ahok tersandung kasus dugaan penistaan agama Islam karena ucapannya tentang Surat Al-Maidah ayat 51 di hadapan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Berdasarkan pidato itu, MUI membuat fatwa yang menyatakan Ahok telah menghina Al-Quran dan ulama. Fatwa itu lantas memicu gelombang aksi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, yang mendesak polisi memproses hukum Ahok sehingga kini dia menjadi terdakwa.


Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi, membantah tudingan bahwa fatwa itu dibuat secara sembrono. "Asumsi yang menggambarkan bahwa MUI Pusat menetapkan sikap keagamaan secara mendadak sangat tidak beralasan," kata Masduki kemarin. Dalam persidangan, Ma’ruf mengatakan fatwa itu muncul karena pernyataan Ahok telah menimbulkan kegaduhan. Ia juga membantah memberi dukungan ke Agus.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Kadir Karding, mengatakan santri dan warga NU akan membela Ma'ruf. Alasannya, selain sebagai Ketua Umum MUI, Ma’ruf adalah Rais Aam Pengurus Besar NU. "Kami, santri dan warga NU, akan berdiri di belakang kiai," kata Karding.

Direktur Eksekutif Wahid Institute, Yenny Wahid, meminta Ahok mengurungkan niatnya melaporkan Ma’ruf. "Alangkah eloknya kalau justru Pak Ahok menunjukkan sikap besar hati dan memilih pendekatan dialogis," katanya. Selain itu, putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid tersebut juga mengimbau warga NU tetap tenang.

Derasnya kritik membuat Ahok akhirnya menyatakan meminta maaf. “Saya meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau,” kata Ahok dalam keterangan tertulis, kemarin sore. Ia juga menegaskan tidak akan melaporkan Ma’ruf ke polisi. “Kalaupun ada saksi yang dilaporkan, mereka adalah saksi pelapor. Sedangkan Kiai Ma'ruf bukan saksi pelapor,” ujarnya.

VINDRY FLORENTIN | FRISKI RIANA | INGE KLARA SAFITRI | ANTARA

Berita lainnya:

Jangan Samakan Cinta dan Keterikatan, Ini Alasannya
Rumah Orang Tua Firza Husein Digeledah, Ini Barang yang Disita

Jadwal Sepak Bola Dinihari Nanti, Ada Manchester City, MU, Atletico Vs Barca


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.