Usai Lebaran, 68 Ribu Pendatang Baru Bakal Padati Jakarta

Jum'at, 30 Juni 2017 | 15:45 WIB

Usai Lebaran, 68 Ribu Pendatang Baru Bakal Padati Jakarta
Pemudik mulai berdatangan usai pulang dari kampung halamannya di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, 29 Juni 2017. Arus balik di terminal tersebut mulai ramai dan diperkirakan akan terus meningkat hingga puncaknya pada Sabtu (1/7). ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta, Edison Sianturi, memprediksi jumlah pendatang baru dari luar Jakarta pasca-Lebaran mencapai 68 ribu orang. Pendatang baru, kata Edison, biasanya masuk secara bertahap seiring dengan arus balik. "Kemungkinan sekitar segitu. Enggak sampai 100 ribu," ujar Edison saat dihubungi Tempo.

Menurut Edison, angka pendatang baru itu tak akan jauh berbeda dengan jumlah pada tahun lalu, yang mencapai 68.763 orang. Sebab, kata dia, pembangunan kini tak hanya berpusat di Jakarta, tapi juga di kota besar lainnya seperti Surabaya dan Bandung. "Ini memang sudah jadi konsekuensi kota-kota besar, diserbu pendatang baru," ujarnya.

Pendatang baru bisa menjadi beban Pemerintah Provinsi DKI Jakarta jika tak ditangani. Menurut Edison, kebanyakan dari mereka datang mengadu nasib tanpa memiliki keahlian atau pengalaman kerja. Meski demikian, dia menambahkan, pemerintah DKI tak bisa menangkal warga daerah yang ingin ke Jakarta.

Dia pun mengimbau agar warga yang hendak datang ke Jakarta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan Ibu Kota. "Jangan ke Jakarta kalau enggak punya keterampilan yang sesuai. Enggak mungkin petani datang ke Jakarta. Sawahnya di mana? Malah akan telantar nanti," kata Edison.

Selain memiliki keterampilan, setiap pendatang baru diminta melapor ke ketua rukun tetangga/rukun warga setempat untuk pencatatan administrasi.

Edison mengungkapkan, tak jarang pendatang bertahan hidup di Jakarta dengan mendirikan bangunan liar di bantaran rel kereta ataupun kali. Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Kependudukan akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial dalam menggelar operasi. Pendatang yang tinggal di lahan ilegal akan ditertibkan dan dipulangkan ke daerah asal. 

Dinas Kependudukan juga bakal menggelar operasi pembinaan kependudukan mulai H+24 Lebaran. Operasi ini akan dilakukan terus sepanjang tahun. Sebab, kata Edison, warga daerah tak datang dalam waktu bersamaan. "Kalau pendatang baru itu sulit, karena datangnya kan enggak sekaligus," kata dia.

Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengatakan operasi kependudukan ini dilakukan untuk mendata pendatang baru. Pemerintah DKI akan memberikan kartu tanda penduduk bagi mereka dengan beberapa syarat, misalnya mengantongi surat mutasi dari daerah asal serta memiliki tempat tinggal dan pekerjaan. Jika syarat terpenuhi, mereka akan diberi kemudahan dalam perizinan untuk mendapatkan KTP. "Dipantau dengan melibatkan RT, RW, dan kelurahan," kata Djarot.

Djarot berharap jumlah pendatang berkurang lantaran Jakarta sudah sangat padat. "Silakan datang ke sini, tapi yang punya keterampilan, sehingga di Jakarta tidak menjadi penganggur," ucapnya.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Jupan Royter, mengatakan pihaknya telah menggelar operasi di terminal-terminal bus. Menurut dia, di sana banyak pendatang baru yang kebingungan dan tak tahu arah tujuan. "Mereka bingung harus ke mana. Khawatir mereka ditipu. Harus waspada," ujar dia.

DEVY ERNIS | FRISKI RIANA

Berita lainnya:
Jokowi Menjamu Obama Makan Siang di Resto Ini

NASA Disebut Tangkap Foto UFO di Mars, Ada Alien?

Ini Menu Makan Siang Obama Senilai 4 Juta di Resto Bumi Langit

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru