Rabu, 20 September 2017

Tragedi Kawah Sileri Dieng, Letusan Freatik yang Sulit Diprediksi

Senin, 03 Juli 2017 | 04:29 WIB
Letupan Kawah Sileri, Dieng. Twitter.com/Andri BPBD Banjarnegara.

Letupan Kawah Sileri, Dieng. Twitter.com/Andri BPBD Banjarnegara..

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, mengatakan potensi bencana di Dataran Tinggi Dieng tak hanya berupa letusan freatik atau embusan asap, tapi juga adanya kandungan gas beracun di sejumlah kawah.

Pasca-erupsi freatik di Kawah Sileri pada Minggu, 2 Juli 2017 sekitar pukul 12.00, tim dari pos pengamatan PVMBG kembali mengukur fisik seluruh kawah yang ada Dieng, termasuk juga tingkat tekanan dan kandungan gas. “Pengukuran kandungan gas ini penting karena, di Dieng, yang paling berbahaya adalah gas beracun CO2,” kata Kasbani kepada Tempo. Baca: 3 Korban Meninggal Helikopter Basarnas Jatuh Sudah Dievakuasi

Letusan Kawah Sileri, satu dari beberapa kawah di Pegunungan Dieng, disertai lahar dingin, lumpur, dan asap setinggi hingga 50 meter. Empat orang wisatawan terluka dan dirawat di Puskesmas Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan erupsi kemarin merupakan letusan tipe freatik, yaitu letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu oleh tekanan di bawah permukaan. Saat musibah terjadi, ada 17 wisatawan yang tengah berkunjung di Kawah Sileri.

Kasbani mengatakan, PVMBG sebenarnya telah mengingatkan pengelola kawasan wisata Dieng sejak April lalu agar mencegah wisatawan mendekati kawah hingga radius 100 meter. Rekomendasi lewat petugas Pos Pengamatan itu diberikan karena letusan di Kawah Sileri kemarin bukan yang pertama kali terjadi.


Pusat Vulkanologi mencatat adanya letusan pada 3 April dan 24 April lalu di kawah tersebut. Letusan freatik, kata Kasbani, sulit diprediksi karena berupa tekanan uap air dan gas. “Dari sisi kegempaan tidak begitu kelihatan,” ujarnya. Baca juga: Kawah Sileri Dieng Sempat Meletus hingga Ketinggian 150 Meter

Adapun potensi gas beracun terdapat di Kawah Timbang. “Kawah lainnya juga terus kami pantau,” kata Kasbani. Situs resmi PVMBG mencatat kawah-kawah di Pegunungan Dieng, antara lain Sileri, Timbang, Sikidang, Upas, Condrodimuko, Sibanteng, dan Telogo Terus.

Menurut Kasbani, hasil pengukuran tekanan dan kandungan gas di seluruh kawah menunjukkan tak ada peningkatan signifikan. Karena itu, PVMBG belum menaikkan status kewaspadaan di Dieng. “Masih normal, karena secara (aktivitas) kegempaan tidak terlalu signifikan,” kata Kasbani.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, memastikan tak ada korban jiwa dalam bencana di Kawah Sileri, Dieng. Untuk menghindari bertambahnya korban, pengunjung dan masyarakat diminta meninggalkan lokasi. “Kejadian tersebut berpotensi menimbulkan letupan susulan,” kata Sutopo. Artikel lainnya: Semburkan Lahar Dingin, Kawah Sileri Dieng Ditutup Sementara

Anggota tim Search and Rescue Kabupaten Wonosobo, Wisnu Huda Wardana, mengatakan sedikitnya sepuluh korban mendapat perawatan di Puskesmas Batur, Banjarnegara. Di antara mereka ada yang mengalami patah tulang dan luka di kepala. Ada juga yang lecet atau luka ringan di bagian kaki dan tangan. “Wisatawan yang terdiri atas bocah dan dewasa panik. Mereka berlarian berhamburan,” kata Wisnu, yang berada di lokasi kejadian.

AGOENG WIJAYA | AHMAD FIKRI | ADITYA BUDIMAN | SHINTA MAHARANI


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.