Menjerat Para Penggawa Escobar

Kamis, 04 Mei 2017 | 17:40 WIB

Menjerat Para Penggawa Escobar
Bryan Cranston dalam film Infiltator

TEMPO.CO, Jakarta- The Infiltrator. Sebuah film berdasarkan kisah nyata. Seorang agen yang menyamar dan masuk dalam jaringan Escobar selama lima tahun untuk kemudian menjeratnya.

***

THE INFILTRATOR
Sutradara : 
Brad Furman
Skenario : Ellen Brown Furman
Pemain : Bryan Cranston, Benjamin Bratt, Diane Kruger, John Leguizamo

***

Pablo Escobar lagi.

Nama ini adalah sumber cerita  yang tak berkesudahan hingga Hollywood terus menerus mengangkatnya sebagai film dan drama televise dari berbagai sisi. Meski film atau serial TV itu tak selalu harus menyorot  sosok magnetik Pablo Escobar seperti serial “Narco” yang sedang populer itu, melainkan sering juga mereka bercerita para bos, atau  para sicario  (pembunuh bayaran yang disewa jaringan narkoba Meksiko) dalam film “Sicario” (Denis Villeneuve, 2015).  Film “The Infiltrator”  adalah film terbaru yang sekali lagi mengisahkan kehebatan imperium narkoba Pablo Escobar dan bagaimana agen federal Robert Mazur (Bryan Cranston) menyamar dan berhasil menyelusup ke dalam jaringan itu. Selama lima tahun agen Mazur akhirnya bersahabat dengan tangan kanan Escobar yakni Robert Alcaino (Benjamin Bratt).

Mengambil setting Tampa, Florida tahun 1980-an ketika kerajaan narkotik Escobar sedang berkibar-kibar, Mazur menyamar sebagai sebagai Bob Musella, seorang pengusaha yang bekerja mencuci uang haram. Bersama agen lain yang masih hijau, si blonda jelita Kathy Ertz (Diane Kruger) , Mazur/Musella berhasil menerobos jaringan yang luar biasa sulit dan penuh curiga itu.Menyaksikan segala yang menunjukkan tahun 1980-an peralatan alat rekaman yang diselipkan dalam tas kantor; pakaian gemerlap dan celana cutbray; rambut yang serba sasak dan rias yang sangat tebal serta musik disko yang tak tertandingi oleh “housemusic’ pegangan anak masa kini, film ini segera saja merebut hati penonton.

Tapi tentu bukan itu saja kehebatan sutradara  Brad Furman (“Lincoln Lawyer”, 2011). Semua tokoh tampil dengan sangat meyakinkan. Ketegangan para agen yang menyamar selama lima tahun dan harus mengorbankan kehidupan keluarganya sendiri adalah salah satu hal yang  paling menarik.  Misalnya ketika Robert Mazur sedang makan malam dengan isteri (asli) untuk merayakan ulang tahun perkawinan, tiba-tiba mereka bertemu dengan salah satu ‘petinggi’ Escobar. Terpaksa Mussela memperkenalkan isterinya sebagai sekretarisnya, karena pasukan Escobar telanjur mengenal dia sebagai Bob Musella yang bertunangan—akan menkikah dengan tunangan blondanya.

Bagi yang sudah mengetahui sejarah bagaimana akhirnya kerajaan Escoba rontok –apalagi jika sudah menyaksikan serial Narco –tentu akhir film ini tak mengejutkan. Namun sutradara Furman tetap menjaga menit-menit  tegang di mana  para petinggi Escobar akhirnya tertangkap dan mengetahui bahwa Musella yang mereka kenal itu sebetulnya seorang agen. Seru dan mendebarkan.

Dibanding serial Narco yang mengisahkan Escobar dari sudut pandang para agen yang berhasil membunuhnya; atau film Sicario yang lebih merekam intrik antar agen yang memburu jaringan sicario, film The Infiltrator lebih fokus kepada satu misi: menangkap tangan kanan Escobar sekaligus menggulung bank-bank yang menampung dan mencuci uang haram Escobar.  Dengan aktor utama Bryan Craston ,yang namanya melejit karena serial TV Breaking Bad , film ini sudah menjamin akan menyajikan permainan seni peran yang mengagumkan. Craston memerankan dua sosok sekaligus yang sama-sama meyakinkan penonton.

Leila S.Chudori

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru