Prabowo: Pemerintah Sekarang Sangat Neoliberal

Minggu, 24 Mei 2009 | 16:41 WIB
Prabowo: Pemerintah Sekarang Sangat Neoliberal

TEMPO Interaktif, Jakarta: Alasan Megawati Soekarno mengambil lokasi Bantargebang, Bekasi, menjadi tempat deklarasi, dikatakan sebagai simbul keberpihakan kepada rakyat kecil. "Di sinilah tempat wong cilik, yang harus kita dengar keinginan dan harapannya," kata Megawati saat wawancara ekslusif dengan MetroTV di Bantargebang, Ahad (24/5).

Menurutnya, pemerintah seharusnyalah memperhatikan masyarakat bawah yang membutuhkan kehidupan yang lebih baik. Kenyataannya, kata calon presiden dari PDI Perjuangan itu, keberpihakan itu belum tampak.

Prabowo Subianto, calaon wakil presiden pasangan Mega, menambahkan, kebijakan  ekonomi pemerintah  sekarang memang  tak berhasil mensejahterakan rakyat banyak. Sistem itulah yang menjadi penyebabnya. "Agar rakyat bisa sejahtera, kami segera memperbaiki sistem itu," ujar Prabowo ditempat yang sama..

Menurut Prabowo, pemerintahan sekarang sangat neoliberal. Ia mencontohkan kebijakan pembebasan impor susu dengan pajak nol persen. Ini mengakibatkan peternak sapi dan industri susu di dalam negeri hancur. "Inilah kebijakan yang tidak peduli pada masalah ekonomi rakyat," ujar Prabowo.

Hari ini, pasangan Mega-Prabowo mendeklarasikan pencalonannya. Prabowo, sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Girinda,  bersedia menjadi calon wakil Mega  setelah membatalkan keinginnnya menjadi calon presiden. Sejumlah berdera partai politik ikut berkibar di arena deklarasi ini, salah satunya bendera Partai Amanat Nasional.

PAN dalam rapat pimpinan di Yogyakarta telah memilih berkoalisi dengan Partai Demokrat, pengusung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden dan Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia, sebagai calon wakil presiden.

ELIK / HAMLUDDIN

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan