Kecelakaan di Jalur Selatan Naik 100 persen  

Senin, 29 Agustus 2011 | 14:42 WIB
Kecelakaan di Jalur Selatan Naik 100 persen  
Kendaraan melintasi Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal Didik Purnomo menyebutkan, rekapitulasi data kecelakaan lalu lintas di jalur mudik Selatan pulau Jawa selama arus mudik tahun ini mengalami kenaikan hingga dua kali lipat bila dibanding tahun lalu. "Kenaikannya memang sampai 100 persen," ujarnya, Senin 29 Agustus 2011.

Didik menyatakan, dari total 2.217 kasus kecelakaan, sebagian besar terjadi di jalur Selatan. Data Korps Lalu Lintas Polri mencatat tiga polda di pulau Jawa yakni Polda Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah mencatat angka kecelakaan lalu lintas selama mudik hingga H-2 berturut-turut 134, 315 dan 390 dengan total meninggal dunia mencapai 85 orang.

Untuk jalur utara (Pantura) naik sekitar 24 persen, jalur tengah naik 6 persen, selatan naik 100 persen, Lintas Timur Sumatera naik 25 persen, lintas barat Sumatera turun 26 persen, jalur lintas tengah Sumatera turun 22 persen, jalur lintas Pantau Timur Sumatera naik 63 persen, jalur alterantif naik 32 persen dan jalur lainnya turun 49 persen.

Untuk tahun ini, angka kecelakaan paling banyak disumbang pengendara kendaraan roda dua yang mencapai 69 persen atau sekitar 1.279 kasus, sementara paling kecil insiden kecelakaan kendaraan khusus seperti ambulan yang mencapai 9 kasus atau kurang dari satu persen.

Kondisi jalan yang sempit, berkelok, bergelombang, jalan yang turun naik serta jumlah kendaraan yang cukup tinggi menyebabkan kecelakaan di jalur Selatan kerap terjadi. Bukan hanya itu, peningkatan ini kata Didik, tidak lepas dari selesainya jalur Nagreg yang telah diperasikan selama arus mudik tahun ini, sehingga banyak pemudik dari jalur lain yang berpindah menggunakan jalur selatan Jawa Barat ini.

Didik menambahkan, secara kuantitaif angka kecelakaan tahun ini mengalami kenaikan bila dibanding dengan tahun lalu. Untuk tahun ini dari setiap enam kecelakaan satu orang meninggal dunia sementara tahun lalu dari empat kecelakaan hanya satu orang meninggal dunia. Namun secara kualitatif dari jumlah yang meninggal dunia justru mengalami penurunan.

Korps Lantas Polri merilis rekapitulasi data kecelakaan lalu lintas mudik mulai H-7 hingga H-2 mencatat, jumlah kasus kecelakaan mencapai 2.217 kasus, meninggal dunia 345 orang, luka berat 364 orang dan luka ringan 1.385 orang. Tahun lalu pada saat yang sama mencatat 1.623 kasus kecelakaan, meninggal dunia 363 orang, luka berat 473 orang, luka ringan 850 orang.

Menghindari kecelakaan yang lebih tinggi, Didik menghimbau kepada semua pemudik khususnya pemudik kendaraan bermotor untuk mentaati semua aturan dan rambu lalu lintas disetiap jalur mudik yang dilewati, hindari saling salip kendaraan, serta beristirahatkan bila kondisi badan tidak fit.

JAYADI SUPRIADIN
 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan