Proyek Infrastruktur Jakarta di Tangan Jokowi

Sabtu, 22 September 2012 | 10:55 WIB
Proyek Infrastruktur Jakarta di Tangan Jokowi
Serang warga mengambil bambu penopang rumahnya yang hanyut terhantam ombak kawasan Marunda, Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil pemilihan Gubernur DKI Jakarta diprediksi akan mempengaruhi nasib sejumlah proyek infrastruktur bernilai ratusan triliun rupiah di Ibu Kota. Sedikitnya ada tujuh proyek raksasa di Jakarta yang realisasinya sudah dirintis oleh Gubernur Fauzi Bowo pada lima tahun masa jabatannya.

Sejumlah proyek tersebut antara lain pengerukan 10 sungai besar di Jakarta (Rp 1,35 triliun), pembangunan kereta cepat bawah tanah atau mass rapid transit (Rp 103 triliun), pembangunan tanggul raksasa di Teluk Jakarta (Rp 200 triliun), serta kawasan ekonomi kreatif Marunda (Rp 50 triliun).

Ditanya apa rencananya soal semua proyek infrastruktur itu, Jokowi kemarin belum memberikan jawaban tegas. “Saya tentu akan langsung action, tapi perlu adaptasi dulu,” katanya di Solo kemarin. Dia mengaku akan melakukan sejumlah langkah nyata untuk memberi pesan pada warga Jakarta bahwa dia bersungguh-sungguh ingin mengubah wajah kota.

“Saya akan berfokus dulu pada pembangunan kampung kumuh, itu harus segera dimulai,” tuturnya. Untuk membicarakan lebih detail rencana-rencana pembangunan di Jakarta, pekan depan Jokowi berencana bertemu secara informal dengan para pejabat penting di Ibu Kota.

Fauzi sendiri ketika ditanya wartawan mengaku siap membantu Jokowi melanjutkan semua rencana besar tersebut. “Saya tetap berkomitmen untuk Jakarta. Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala,” katanya, Kamis lalu.

Meski merintis semua proyek infrastruktur di Jakarta, Fauzi memang belum berhasil mewujudkan rencananya. Proyek pengerukan kali di Jakarta, misalnya, sempat terhambat oleh tidak adanya peraturan soal pinjaman daerah. Padahal, pada 2009, pemerintah DKI Jakarta sudah mendapat komitmen pinjaman sebesar Rp 1,35 triliun dari Bank Dunia.

Pinjaman itu baru bisa cair setelah Presiden Yudhoyono menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah. Pemenang tender untuk proyek pengerukan akan diumumkan bulan depan.

Proyek MRT bernasib sama. Setelah maju-mundur mencari investor, pemerintah Jepang akhirnya bersedia memberikan pinjaman lunak untuk proyek ini. Pemenang tender konstruksi fisik akan diumumkan dalam waktu dekat.

AMANDRA MUSTIKA l AHMAD RAFIQ | ANDI PERDANA

Terpopuler:

Produsen Baju Kotak-kotak Pun Berpesta

Begini Persiapan Solo Selepas Jokowi

Tiba di Solo, Jokowi Disambut Meriah

Fauzi Kebut Pekerjaan Sampai 7 Oktober

Jumlah Golput Pilkada DKI 32 Persen

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan