Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Titik Rawan 3 BUMN Jadi 'Sapi Perah' ala Said Didu  

Editor

Pruwanto

image-gnews
Said Didu. TEMPO/Dinul Mubarok
Said Didu. TEMPO/Dinul Mubarok
Iklan

TEMPO.CO , Jakarta:Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara, Muhammad Said Didu, menyatakan tiga perusahaan BUMN paling rawan menjadi sapi perah. Alasannya jumlah dana yang dikelola perusahaan tadi paling besar. "Pertamina, PLN, dan Asuransi. Tiga perusahaan itu paling rawan," kata Said saat dihubungi, Ahad, 28 Oktober 2012.

Di Pertamina, beberapa titik rawan yang bisa jadi mainan para pemeras BUMN adalah masalah jual/beli minyak, transportasi, service/perbaikan, sludge kilang, dan kerjasama. "Pertamina mengelola uang Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun per hari, sangat besar," katanya.

Sementara itu, beberapa titik rawan di PLN terjadi di sektor pengadaan pembangkit, pembelian BBM/batubara/gas, kontrak dengan swasta, dan pemeliharaan. Menurut Said, jumlah dana yang dikelola perseroan listrik itu mencapai Rp 1 triliun per hari.

Adapun untuk asuransi, Said melihat ada titik rawan berada di jasa keuangan/asuransi terkait penempatan dana dan reasuransi. "Maslaah premi-preminya paling rawan, selain itu ada biaya broker 30 persen, biasanya tempat mainnya di sana," katanya.

Selain itu, Said melihat adanya kerawanan proses belanja anggaran dan pengadaan barang jasa di BUMN. Menurut dia, dua sektor ini menjadi titik rawan kongkalikong. "Kemungkinan besar bermainnya di sini," katanya.

Terkait dengan adanya kongkalikong BUMN dengan DPR untuk memperlancar pencairan penyertaan modal negara (PMN) bagi BUMN yang bermasalah, Said menilai hal itu sangat sulit dilakukan. Menurut dia, pembahasan PMN sangat panjang karena harus melalui mekanisme di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Pembahasan PMN cukup rumit, harus dilandasi kajian BUMN tersebut harus disehatkan. Jadi tidak mungkin terjadi. Kalau pun terjadi, kemungkinan menunggu di belanja BUMN," katanya.

Selama menjabat sebagai Sekretaris Menteri, Said kerap mendapatkan informasi tentang adanya permintaan 'jatah' dari Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, dia selalu menolak permintaan tersebut. "Tawaran selalu ada, tapi saya selalu jawab sambil bercanda, apakah siap masuk penjara?" katanya.

Menurut Said, pernyataan Dahlan Iskan terkait larangan pemberian 'upeti' kepada DPR, merupakan upaya untuk melindungi BUMN dari intervensi dari pihak manapun. "Sebenarnya intervensi yang paling kuat bukan dari DPR, tapi dari sekitar kekuasaan untuk menempatkan orangnya di Direksi Komisaris," katanya.

ANGGA SUKMA WIJAYA

Berita Terpopuler
Pemerintah Segera Sahkan Insentif Mobil ''Hijau 

Krisis Global, Laba Ericsson Turun 43 Persen 

Dow Jones Naik Tipis 3 Poin

Tombol Start pada Windows 8 Menghilang 

Industri Pangan Daerah Terancam Malaysia

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BRI Optimis Tumbuh Lebih Baik di Tahun 2024

52 hari lalu

BRI Optimis Tumbuh Lebih Baik di Tahun 2024

BRI menerapkan secara konsisten strategi just right liquidity


Direktur Utama BRI Optimis Kinerja Positif

22 Mei 2023

Direktur Utama BRI Optimis Kinerja Positif

Perseroan optimis pada tahun ini dapat mencatatkan kinerja lebih baik


Inovasi BNI agar Kinerja Melesat di 2023

16 Maret 2023

Inovasi BNI agar Kinerja Melesat di 2023

BNI menjalankan sejumlah inovasi untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah.


Tujuh Strategi Transformasi BNI di Tahun 2023

12 Februari 2023

Tujuh Strategi Transformasi BNI di Tahun 2023

Berpedoman kepada tujuh kebijakan strategis, BNI optimistis akan mencetak kinerja yang lebih baik di tahun 2023.


Emang Paling Digital, Bank Mandiri Torehkan Kinerja Apik di 2022

6 Februari 2023

Emang Paling Digital, Bank Mandiri Torehkan Kinerja Apik di 2022

Sepanjang 2022, Bank Mandiri telah secara aktif menggarap segmen digital banking untuk mendukung transformasi digital


Produksi Komoditas Antam Terjaga Stabil sepanjang 2022

6 Februari 2023

Produksi Komoditas Antam Terjaga Stabil sepanjang 2022

Seluruh lini produksi mulai dari feronikel, emas, hingga alumina tetap bertumbuh di tengah tantangan kondisi global.


Erick Thohir: Kinerja Apik Pelindo Berkat Kerja Keras Direksi, Komisaris, dan Seluruh Pegawai

22 Januari 2023

Erick Thohir terbilang orang lama dalam dunia olahraga termasuk sepak bola. Ia pernah menjadi Ketua Umum PP Perbasi pada 2006-2010. Selain memegang jabatan dalam organisasi, ia juga ikut berbisnis dalam dunia sepak bola. Ia pernah menjadi Wakil Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat pada 2011. Menteri BUMN itu diketahui pernah membeli saham DC United, Amerika Serikat. Pada 2013, ia juga berhasil mengakuisisi klub kelas dunia, Inter Milan. Kini, ia berbisnis bersama klub Liga Inggris, Oxford United dan tim lokal Persis Solo. TEMPO/Tony Hartawan
Erick Thohir: Kinerja Apik Pelindo Berkat Kerja Keras Direksi, Komisaris, dan Seluruh Pegawai

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kinerja apik Pelindo merupakan kerja keras jajaran direksi, komisaris, dan seluruh pegawai Pelindo.


Penerapan Wealth Management for All Tingkatkan Bisnis Nasabah Premium BRI

10 Januari 2023

Gedung BRI di Sudirman, Jakarta.
Penerapan Wealth Management for All Tingkatkan Bisnis Nasabah Premium BRI

Melalui kinerja Wealth Management yang progresif selama 2022, BRI juga berhasil mendapat sejumlah penghargaan.


Tunaikan Kinerja Cemerlang, BRI Bagikan Dividen Interim Rp.8,63 triliun

3 Januari 2023

Tunaikan Kinerja Cemerlang, BRI Bagikan Dividen Interim Rp.8,63 triliun

BRI mampu menjaga pertumbuhan Kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga yang solid.


Kinerja Saham Bank Mandiri Menguat

13 Oktober 2022

Kinerja Saham Bank Mandiri Menguat

Sempat anjlok hingga Rp 3.760 per lembar saham pada Mei, kini saham Bank Mandiri menguat jadi Rp 9.600.