Berani Gagal di Usia Muda

Rabu, 16 April 2014 | 17:00 WIB
Berani Gagal di Usia Muda
Berani Gagal di Usia Muda - Keputusan untuk berani mengambil risiko tidak dimiliki semua orang. Mereka yang sukses berwirausaha di usia muda, kebanyakan adalah yang berani gagal di percobaan pertama tapi tak pernah menyerah.

TEMPO.CO, Jakarta-Usia keduanya masih sangat muda ketika memulai usaha. Usia Kukuh Roxa Putra 25 tahun dan David Yuwono 23 tahun. Tapi, mereka berani berbeda. Ketika anak muda lain sibuk mencari kerja, mereka berdua justru berinisiatif untuk membuka lapangan kerja.



Keduanya juga paham, memulai pastilah tak mudah. Risiko gagal dalam memulai usaha, jauh lebih besar daripada sekadar gagal mendapat pekerjaan.



David misalnya, mencoba berbagai macam usaha seperti makanan, minuman, menjual jasa, dan juga berbagai jenis usaha lain untuk merintis bisnisnya.



“Saya dulu tawarkan makanan ke teman-teman di mobil, di angkutan dan di tempat umum lainnya. Memang harus dilakukan dan pasti ada risiko gagalnya. Tapi memang kita harus berani memulai,” kata David.



Begitu juga Kukuh. Lulus dari jurusan pertanian, ia berani turun langsung menemui petani dan mengidentifikasi kebutuhan mereka. Berbekal ilmu dari kampus, Kukuh merintis inovasi produk pertanian berkualitas yang terjangkau bagi petani sekaligus menguntungkan.



“Awalnya kesulitan kami adalah membuktikan pada petani bahwa produk herbisida ini berkualitas, tepat guna, dan terjangkau. Alhamdulillah, itu bisa kami lewati,” ungkap Kukuh.



Setelah awal yang sulit, kini usaha keduanya mulai membuahkan hasil. Bersama kedua rekan sesama Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB), Kukuh mengembangkan usaha berbasis produksi pertanian yang terjangkau dan ramah lingkungan. Di bawah bendera CV Putra Pandawa Indonesia, kini omzet mereka bisa mencapai Rp 600 juta per tahun.



Usaha David juga berkembang pesat. Setelah mencoba banyak varian bisnis, kini David sukses mengembangkan bisnis tas dan sepatu dari jenis bahan Drybag. Dengan memanfaatkan ekspansi internet dan maraknya penjualan via online, omzet usaha David kini sudah mencapai 800 juta per tahun.



Saat ini, David dan Kukuh tercatat sebagai 2 dari 6 wirausahawan muda peserta Program Mandiri Inkubator Bisnis. Dengan mengikuti program dari Bank Mandiri ini, David dan Kukuh serta wirausahawan muda lain digembleng untuk terus mengembangkan kapasitas dan skill mereka dalam berwirausaha.



Pada akhirnya, keputusan untuk berani mengambil risiko kegagalan, terbukti bisa membawa keberhasilan bagi Kukuh dan David. Ketika anak muda lain khawatir mengambil jalan berbeda sebagai wirausahawan, mereka berdua berani memulai.



Seperti pesan David Yuwono pada teman-temannya, “Ketika yang lain masih berpikir dan berhitung dengan risikonya. Saya sudah memulai dan melakukannya,”



Khairurrizqo

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan