Tim Prabowo Sebut Hendropriyono Pintar Mengarang  

Sabtu, 05 Juli 2014 | 18:27 WIB
Tim Prabowo Sebut Hendropriyono Pintar Mengarang  
Petugas Satpol PP Kecamatan Tambora membersihkan poster dan selebaran calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Jakarta, Jumat (4/5). Selain membersihkan poster dan selebaran calon gubernur Petugas juga membersihkan selebaran yang bisa dikategorikan kampanye hitam bagi salah satu calon gubernur DKI Jakarta yang berasal dari luar Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Johannes Suryo Prabowo, menganggap anggota dewan pengarah tim pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, A. M. Hendropriyono, pandai mengarang. Hendro dianggap mengarang soal keterlibatan Partai Gerakan Indonesia Raya dalam kampanye gelap yang menyasar Jokowi-JK.

"Berarti dia (Hendropriyono) pandai mengarang. Bagus, kan?" kata Suryo melalui pesan pendek, Sabtu, 5 Juli 2014. Johannes mengatakan Hendro sebaiknya menambahi bahwa kelompok yang ditemukan itu juga melakukan penyadapan terhadap Jokowi. "Biar lebih dramatis ceritanya," ujarnya. Dia menolak menanggapi tudingan Hendro. (Baca: Hendropriyono: Otak Kampanye Hitam Sudah Diketahui)

Sebelumnya, Hendro mengatakan kubunya telah mengetahui dalang penyebar kampanye gelap yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 itu. Menurut Hendro, otak kampanye gelap terhadap Jokowi adalah sebuah tim yang diberi nama Indonesia Center. Dia mengatakan lokasi kantor tim ini beberapa ratus meter di belakang kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta, atau persisnya di Jalan Haji Niih.

Dia mengatakan tim Indonesia Center ini diketuai Sugiono dan dibantu delapan orang yang sebagian berasal dari Gerindra, antara lain Kharisma Febriansyah dan Edhy Prabowo. "Inilah yang mengelola semua black campaign yang selama ini diarahkan ke kami, terutama Jokowi habis-habisan difitnah," tutur Hendro. (Baca: Dituding PKI, Jokowi: Ini Penghinaan Besar)

Bekas Kepala Badan Intelijen Negara ini mengatakan kampanye gelap yang berasal dari Indonesia Center kemudian disebarkan oleh konsultan profesional di bidang teknologi informasi. 

SUNDARI






Berita lainnya:
Tabloid Sapujagat Serang Jokowi Lewat Isu Komunis
Laporan Hilang Wisnu Tjandra Dicabut
Lapor Penyebaran Tabloid, Polisi Depok: Itu Ngarang

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan