Hendropriyono Pertanyakan Pencopotan KSAD  

Selasa, 22 Juli 2014 | 08:11 WIB
Hendropriyono Pertanyakan Pencopotan KSAD  
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal (Purn) AM Hendropriyono. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberhentikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman mulai Jumat pekan ini. Pemberhentian itu lebih cepat dua bulan ketimbang seharusnya saat Budiman memasuki masa pensiun. (Baca di sini: SBY Berhentikan Kepala Staf TNI AD)

Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Jusuf Kalla, A.M. Hendropriyono, mempertanyakan pencopotan Budiman. Menurut dia, Budiman telah bersikap netral selama Pemilihan Umum 2014. (Baca di sini: Disebut 'Kapal Karam', SBY: Saya Panglima Tertinggi)

"Budiman difitnah telah bertemu dengan Megawati. Itu tidak benar. Sampai hari ini Budiman belum pernah bertemu Megawati," kata Hendropriyono melalui BlackBerry Messenger kepada Tempo, Selasa, 21 Juli 2014.

Budiman menerima kabar pemberhentiannya dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang meneleponnya. Budiman tak menanyakan alasan pemberhentian dini itu dan langsung menerima keputusan tersebut.

Hendropriyono menilai netralitas Budiman terlihat dari kengototannya memberi sanksi terhadap personel Badan Pembina Desa atau Babinsa yang bertindak tak netral dan mengarahkan pemilih ke salah satu calon presiden-wakil presiden. Budiman, kata Hendro, juga menolak permintaan dari seorang petinggi TNI supaya personel tersebut tak ditahan. "Itu fakta," kata bekas Kepala Badan Intelijen Negara ini.

PRAM

Terpopuler
Jokowi Batal Balik Jadi Gubernur Jika Ini Terjadi
Hamas Tangkap Seorang Tentara Israel
iPad Milik Korban MH17 Kirim Pesan ke Keluarga

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan